Sidang kasus Temanggung dimulai

Kerusuhan Temanggung Hak atas foto AFP
Image caption Kerusuhan Temanggung dipicu oleh pengadilan perkara penistaan agama.

Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah memulai persidangan atas 25 terdakwa pelaku kerusuhan Temanggung, awal Februari lalu.

Dalam kerusuhan itu bangunan PN Temanggung, tiga gereja, dua pos polisi, beserta sejumlah kendaraan bermotor dirusak dan dibakar massa.

Dari 25 terdakwa, jaksa menyebut Sihabuddin -seorang penceramah dan pengelola sebuah pesantren di Temanggung- sebagai terdakwa utama dengan dua dakwaaan yaitu melakukan kekerasan dan penghasutan.

"Terdakwa dan rombongan terus masuk ke ruang sidang dan dalam ruang sidang mereka berterik-teriak: bunuh saja, bunuh saja. Terdakwa juga mengatakan kalau misalnya pengadilan tidak menghukum mati, kita saja yang menghukumnya. Setelah mendengar orasi terdakwa itu, orang-orang yang sejak semula ikut terdakwa menghadiri sidang, melakukan pengrusakan," "kata anggota tim jaksa dalam kasus Temanggung, Sugeng.

Saat itu Sihabuddin dan massa sedang menghadiri pengadilan perkara penistaan agama dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan.

Sihabuddin sendiri menolak dakwaan Jaksa dengan alasan dakwaan itu kabur dan mengada-ada. Ketua Gerakan Pemuda Kabah Jawa Tengah ini ditahan polisi setelah kerusuhan Temanggung meledak.

Sidang atas 25 terdakwa dilakukan secara serentak di enam ruang PN Semarang dengan melibatkan 18 hakim.

Sidang berjalan dengan penjagaan sangat ketat setelah sebelumnya kepolisian meminta lokasi sidang dipindahkan dari tempat awal perkara di Temanggung ke Semarang, dengan alasan keamanan.

Berita terkait