Pemerintah rundingkan uang tebusan

Perompak Somalia yang ditangkap di Somaliland Hak atas foto TONY KARUMBAAFPGetty Images
Image caption Operasi militer sejumlah negara berhasil menangkap dan mengadili para perompak Somalia

Pemerintah Indonesia memutuskan untuk sementara batal menggelar operasi militer untuk membebaskan 20 WNI yang ditawan di Somalia, meski pasukan sudah dikirim sejak 23 Maret lalu.

Kemungkinan menggelar operasi dianggap terlalu berisiko terhadap keselamatan para sandera WNI, karena posisi kapal yang sejak awal bulan ini sudah ditarik ke pantai dekat markas para pembajak.

Menko Polhukam, Djoko Sutanto mengatakan opsi utama kini adalah negosiasi tebusan dengan para pembajak.

"Sejak tanggal 2 April kapal Sinar Kudus ini dibawa oleh pembajak merapat di pantai markasnya mereka.... Dan di situ berjejer puluhan kapal sandera. Lalu lintas atau penjagaan oleh sindikat perompak ini sangat intensif untuk menjaga kapal-kapal yang dibajak ini," kata Djoko.

"Oleh karena itu opsi penyerbuan tadi menjadi sangat complicated. Opsi penyerbuan itu bisa dilaksanakan dengan tingkat keberhasilan yang tinggi apabila kapal itu masih berada di laut lepas," tambahnya.

Menurut Menko Polkam, negosiasi terakhir sudah samapai pada rincian tentang teknis penyerahan tebusan untuk para tawanan.

Penjelasan ini, menurut Djoko, diberikan karena banyaknya kritik terhadap pemerintah yang dianggap membiarkan para tawanan disandera perompak tanpa upaya nyata utnuk membebaskan mereka.

Duapuluh awak kapal Sinar Kudus ditahan perompak Somalia sejak sebulan lalu di perairan Aden, dengan permintaan tebusan sedikitnya dilaporkan mencapai US$3 juta.

Berita terkait