Samudera Indonesia : Kapal 'belum bebas'

Hak atas foto AP
Image caption Angkatan kapal laut Belanda menangkan tersangka perompak Somalia.

Wakil Direktur PT Samudera Indonesia mengatakan pihak perompak Somalia belum membebaskan kapal Sinar Kudus dan 20 awak kapalnya yang ditahan sejak bulan Maret lalu.

"Sampai detik ini kapal masih dalam kendali pihak perompak Somalia," Wakil Direktur Samudera Indonesia, David Batubara mengatakan kepada BBC Indonesia.

Sebelumnya kantor Berita Reuters melaporkan bahwa perompak Somalia sudah menerima duit tebusan sebesar $ 4.5 juta dari sebuah sumber perompak bernama Geney di desa pesisir El-Dhanane.

Reuters juga mengkofirmasi kabar ini dengan seorang mantan pejabat Maritim yang berdomisili di Kenya, Andrew Mwangura.

Samudera Indonesia adalah perusahaan yang mengoperasikan kapal Sinar Kudus yang diketahui membawa muatan biji Nikel dari PT Aneka Tambang.

Ketika ditanya apakah uang tebusan sudah dikirim dan diterima oleh perompak Somalia, David menjawab, "Proses komunikasi masih terus kami lakukan cuma saya harapkan (mereka) bisa dibebaskan sesegera mungkin"

"Berubah per detik"

"Situasi ini bisa berubah per detik," David menambahkan.

Kementrian luar negeri Indonesia juga belum bisa memastikan pembebasan kapal Sinar Kudus.

"Kami masih belum bisa memastikan hal ini," Michael Tene, juru bicara Kementrian Luar Negeri Indonesia, mengatakan kepada BBC Indonesia.

"Kami akan terus memantau perkembangan berita ini," ujar Michael.

Kapal kargo dengan tujuan Rotterdam, Belanda tersebut dibajak di lepas pantai Somalia sejak bulan Maret lalu.

Berita terkait