Pembajakan kapal Gemini: RI pasif?

Terbaru  12 Mei 2011 - 22:25 WIB
Para terpidana bajak laut Somalia

Para terpidana bajak laut Somalia berada di penjara Berbera di Somaliland, republik sempalan Somalia

Upaya untuk membebaskan 13 awak kapal warga negara Indonesia di kapal MT Gemini berbendera Singapura, masih belum menunjukkan kemajuan.

Kapal berawak 25 orang itu, dibajak akhir bulan lalu oleh para perompak Somalia di perairan Kenya. Awak kapal lainnya berasal dari Korea Selatan, Cina dam Birma.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Michael Tene, mengatakan kepada BBC Indonesia bahwa Indonesia akan mengikuti bagiamana kebijakan Singapura dalam upaya pembebasan awak dan kapal yang disandera.

"Dalam hal seperti ini, tentunya ujung tombak upaya pembebasan itu dilakukan oleh pihak pemilik kapal dan negara yang menjadi bendera kapal tersebut, dalam hal ini Singapura.

Michael menekankan bahwa pemerintah Indonesia telah dan akan terus melakukan komunikasi yang intensif dengan Singapura.

Siap bantu Singapura

"Kita siap memberikan bantaun yang diperlukan Singapura dalam upaya untuk membebaskan para ABK tersebut"

Michael Tene

Menurut Machael Tene, Indonesia sudah mengutarakan kesiapan untuk memberikan bantuan apa saja yang diminta oleh Singapura sebagai bagian dari upaya pembebasan para awak kapal MT Gemini --kapal tanker minyak sawit (CPO) yang akan dikirim ke Mombassa.

"Kita siap memberikan bantuan yang diperlukan Singapura dalam upaya untuk membebaskan para ABK tersebut," ujar Michael Tene.

Ketika dikatakan bahwa ada kesan pemerintah Indonesia lebih bersikap pasif dalam kasus pembajakan kapal MT Gemini dibandingkan dengan cara mereka menghadapi kasus penyaderaan kapal Sinar Kudus yang berakhir dengan pembebasan para sandera, Michael menolak anggapan itu.

Dia kembali mengulangi komunikasi yang intensif dengan pihak Singapura dalam rangka mengupayakan pembebasan 13 ABK Indonesia besama 12 awak lainnya di kapal MT Gemini.

"Saya kira dalam berbagai kesempatan sudah disampaikan bahwa kita punya kepedulian."

"Namun," kata Michael, "tentunya kita tidak bisa mengambil masalah ini dari tangan Singapura karena memang situasinya berbedan dengan kasua Sinar Kudus."

Dia menambahkan, kapal Sinar Kudus sangat jelas sebagai kapal yang berbendera Indonesia sehingga menjadi tanggung jawab pemilik kapal selain juga tanggung jawab pemerintah Indonesia.

Tidak bersedia

Kapal Korea Selatan, Jewelry, yang dibajak

Sudah sering kapal Korea Selatan dibajak termasuk kapal yang bernama lambung Jewelry ini

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Indonesia itu mengatakan dia tidak pada posisi untuk menyebutkan rincian mengenai opsi-opsi tindakan untuk membebaskan para sandera.

"Kami akan membantu pemerintah Singapura," kata Michael Tene sekali lagi.

Dia menambahkan, seperti halnya ketika berlangsung proses perundingan untuk membebaskan Sinar Kudus yang dibajak di lepas pantai Somalia pada tanggal 16 Maret 2011, proses MT Gemini tidak bisa diungkapkan.

"Saya tidak akan memberikan komentar mengenai aspek-aspek operasional, opsi-opsi yang mungkin dilakukan atau yang mungkin tidak akan dilakukan," kata Michael ketika ditanyakan apakah Indonesia akan ikut dalam pembebasan dengan uang terbusan maupun pembebasan dengan operasi militer.

Tiga hal

Sementara itu, pakar hukum internasional dari Universitas Indonesia, Prof Hikmahanto Juwana, megatakan ada tiga langkah yang harus ditempuh jika masyarakat internasional ingin agar pembajakan kapal bisa dihentikan.

"Pertama, kerja sama masyarakat internasional untuk membangun kembali Somalia sehingga Somalia yang tadinya negara gagal, bisa memberikan harapan kepada rakyatnya," jelas Prof Hikmahanto.

Yang kedua, kata guru besar hukum ini, masyarakat internasional harus melakukan pengamanan di wilayah jalur laut (yang menjadi ajang perompakan).

"Pertama, kerja sama masyarakat internasional untuk membangun kembali Somalia sehingga Somalia yang tadinya negara gagal, bisa memberikan harapan kepada rakyatnya"

Prof Hikmahanto Juwana

Hikmahanto menyebutkan upaya yang ketiga untuk mencegah dan menghentikan operasi bajak laut.

"Hal yang ketiga, mungkin negara-negara perlu mendorong agar dibuat satuan-satuan pengaman yang bersifat swasta, mampu menggunakan senjata yang ditaruh di kapal-kapal sehingga ketika mereka bertugas, dan menghadapi percobaan perompakan, mereka bisa menggunakan senajat," kata Prof Hikmahanto.

Dia menambahkan, pembayaran uang tebusan bukanlah solusi yang harus diterapkan dalam jangka panjang.

Dikhawatirkannya, kalau uang tebusan dijadikan jalan keluar, maka perusahaan asuransi akan menaikkan premi sangat tinggi, dan bahwa pada akhirnya konsumen sebagai lapisan terbawahlah yang akan menanggung biaya itu semua.

Sikap RI dalam pembajakan kapal Gemini

Upaya untuk membebaskan 13 ABK Indonesia di kapal MT Gemini berbendera Singapura, masih belum menunjukkan kemajuan, lapor Asyari Usman.

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Putar dengan media player alternatif

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.