'Terduga teroris ahli merakit bom'

Terbaru  14 Mei 2011 - 13:07 WIB

Otoritas kepolisian di Jawa Tengah menyebut terduga teroris yang tewas di Sukoharjo adalah instruktur perakitan bom.

Salah-seorang terduga teroris yang tewas di Sukoharjo, Jawa Tengah, merupakan instruktur perakitan bom dan pemasok senjata, demikian keterangan polisi.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Edward Aritonang mengatakan, informasi ini didasarkan keterangan 4 orang terduga teroris yang ditangkap di Kota Surakarta dan sekitarnya, hari Kamis (12/5) lalu.

"Para pelaku yang kami tangkap menyebut nama Sigit Qodhowi sebagai inspirator sekaligus instruktur pembuatan bom rakitan itu," kata Edward, dalam keterangan kepada wartawan di Mapolres Sukoharjo, Sabtu (14/5) siang.

Sigit adalah terduga teroris yang tewas dalam operasi penyergapan polisi hari Sabtu dinihari di Kabupaten Sukoharjo. Serangan ini juga menewaskan terduga teroris lainnya yaitu Hendro serta seorang warga sipil.

Menurut Edward, Sigit telah menjadi target buruan polisi sejak akhir Januari lalu, menyusul penangkapan beberapa anak muda yang disebut-sebut terkait kasus perakitan bom di Jawa Tengah.

"Sejak saat itulah Sigit jarang terlihat karena mengetahui sudah dalam pengejaran aparat," lanjut Edward.

"Para pelaku yang kami tangkap menyebut nama Sigit Qodhowi sebagai inspirator sekaligus instruktur pembuatan bom rakitan itu"

Kapolda Jateng Irjen Polisi Edward Aritonang

Dalam keterangannya, Edward mengungkap pula, Sigit juga ikut memasok senjata bagi pelaku peledakan bom di Cirebon.

Namun tidak dijelaskan lebih detil sejauh mana peran Sigit dalam peredaran senjata tersebut.

Empat terduga ditangkap

Sebelum menyergap dua terduga teroris di Sukoharjo, aparat kepolisian telah menangkap 4 orang yang disebut sebagai 'anggota jaringan Sigit' di Surakarta dan sekitarnya.

Empat orang itu masing-masing ditangkap di Tawangmangu, Karanganyar, dan Sukoharjo.

"Mereka ditangkap beruntun pada empat hari terakhir," ungkap Edward.

Di lokasi penangkapan itu, polisi menyita dua senjata api dan ratusan amunisi.

"Dari pemeriksaan intensif, mereka mengaku mendapatkan semua itu dari Sigit Qordhowi. Dari informasi-informasi itulah kami semakin mendapat data tentang Sigit," tambahnya.

Sementara itu, menurut keterangan tertulis Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, hari Sabtu (14/5), para terduga teroris ini berencana melakukan pembalasan terhadap organisasi kepolisian pada bulan Mei ini.

Link terkait

Topik Terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.