Empat politisi divonis penjara

Terbaru  16 Juni 2011 - 11:51 WIB
KPK

KPK kesulitan memerika Nunun Nurbaeti sebagai tokoh kunci kasus cek pelawat

Hari ini, Kamis (16/6), empat anggota DPR periode 1994-2004 Agus Tjondro Prayitno, Max Moein, Willem Tutuarima dan Rusman Lumbantoruan dinyatakan bersalah dalam kasus suap pemilihan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia.

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memvonis Agus Condro hukuman penjara selama 1 tahun 3 bulan.

Agus juga dikenai denda sebesar Rp 50 juta. Mantan anggota DPR lainnya Max dan Rusman diganjar 20 bulan penjara, sedangkan Williem 18 bulan.

Agus Tjondro sebagai pembocor informasi atau whistle blower kasus ini dituntut Jaksa, hukuman penjara 1,5 tahun dan denda Rp 50 juta.

Kasus yang melibatkan sejumlah politisi DPR ini pertama kali mengemuka ketika Agus Tjondro mengaku menerima cek pelawat senilai Rp500 juta saat proses pemilihan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, Miranda Goeltom.

Kasus ini menyeret 26 anggota DPR yang kebanyakan berasal dari Fraksi PDI Perjuangan dan Golkar.

Dalam kasus ini juga memunculkan nama Nunun Nurbaeti sebagai pihak yang menyebar cek pelawat yang diterima sejumlah anggota DPR tersebut.

Nunun Nurbaeti yang merupakan istri mantan Wakapolri Adang Dorodjatun ini juga telah dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Tetapi hingga saat ini KPK belum berhasil memeriksa Nunun yang kini keberadaannya tidak diketahui.

KPK sendiri telah memasukan Nunun dalam daftar buron Interpol untuk mengendus keberadaan Nunun.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.