Lima mantan anggota DPR dipenjara

Terbaru  17 Juni 2011 - 17:00 WIB
KPK

Dalam dua hari terakhir Pengadilan Tipikor memvonis bersalah sembilan politisi

Lima mantan anggota DPR hari Jumat (17/6) dinyatakan bersalah melakukan korupsi dan diganjar hukuman penjara 16 bulan oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Para terdakwa juga didenda Rp50 juta.

Hakim menyatakan Baharuddin Aritonang, Asep Ruchimat Sudjana, Teuku Muhammad Nurlif, Hengky Baramuli, dan Reza Kamarullah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak korupsi bersama-sama.

Ketua Majelis Hakim Eka Budi mengatakan hal-hal yang memberatkan terdakwa antara lain adalah terdakwa tidak menerapkan unsur kehati-hatian dan tidak mendukung upaya pemerintah memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme.

'Masih pikir-pikir'

Menanggapi putusan hakim para terdakwa mengatakan masih pikir-pikir.

Kelima politisi Partai Golkar dan mantan anggota Komisi IX DPR ini didakwa terlibat kasus suap pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia pada 2004.

Dalam dakwaan, jaksa mengatakan Baharuddin menerima cek pelawat senilai Rp150 juta, Hengky Rp450 juta, Reza Rp500 juta, Nurlif Rp550 juta, dan Asep Rp150 juta.

Jakwa mengatakan perbuatan ini melanggar pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam persidangan Baharuddin mengatakan dirinya tidak melakukan tindak pidana tersebut.

Pada hari Kamis (16/6) empat mantan anggota DPR, Agus Tjondro Prayitno, Max Moein, Willem Tutuarima, dan Rusman Lumbantoruan dinyatakan bersalah dalam kasus yang sama.

Keempatnya divonis penjara antara 15-20 bulan dan denda Rp50 juta.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.