Klub taat suami dideklarasikan di Jakarta

Image caption Klub Taat Suami dideklarasikan agar istri taat secara total kepada suami.

Sebuah perkumpulan para istri yang bertujuan mengajari anggotanya taat kepada suami dideklarasikan di Jakarta, hari Sabtu (18/6) malam.

Klub Taat Suami (KTS), begitu nama perkumpulan ini, dideklarasikan oleh orang-orang yang bergabung pada Global Ikhwan, organisasi yang disebut penjelmaan gerakan Islam Al-Arqam yang telah bubar.

Deklarasi Klub Taat Suami digelar di sebuah restoran di kawasan Jakarta Selatan, dan dihadiri lebih dari 50 orang anggota dan undangan.

Menurut pendiri dan pimpinan klub ini, Gina Puspita, organisasi ini -- yang sudah merekrut sedikitnya 300 orang -- didirikan untuk mendidik para istri supaya seratus persen taat kepada suami.

"Allah memerintahkan agar para istri taat 100 persen kepada suami," kata Gina, dalam jumpa pers usai deklarasi.

Selama ini, menurut ibu kelahiran 1963 ini, banyak masalah persoalan rumah tangga dan sosial kemasyarakatan muncul, akibat istri yang tidak memahami dan tidak melaksanakan ketaatan kepada suami dalam berumahtangga.

"Agar rumah tangga kokoh, pelayanan kepada suami harus ditingkatkan. Selain juga pembinaan terhadap laki-laki agar bertanggung jawab dan taat kepada Allah," jelasnya.

"Taat di sini artinya, menurut kata suami dalam hal yang positif. Kita boleh berkarir, tapi urusan melayani suami itu juga sangat utama," jelasnya. tersebut.

Di dalam klub yang baru didirikan ini, Gina dan rekan-rekannya, kelak akan memberikan konseling pernikahan, tips taat kepada suami, serta pendidikan seks kepada perempuan.

Pro dan kontra

Klub Taat Suami pertama kali didirikan di Yordania awal Mei lalu dan kemudian melebar diberbagai negara.

Di Malaysia, perkumpulan serupa di bawah payung Global Ikhwan ini didirikan awal Juni lalu, dan mendapat sambutan serta kritikan.

Hak atas foto b
Image caption Pendirian klub ini dipertanyakan pegiat perempuan karena dianggap merendahkan kaum perempuan.

Penolakan terhadap klub ini biasanya didasarkan fakta bahwa orang-orang yang aktif di kelompok ini sebagian besar dikenal sebagai pendukung praktek poligami.

Kalangan yang bersuara keras dan mengkritisi pendirian klub ini adalah kalangan pegiat dan pemerhati perempuan. Sebagian menganggap klub yang didirikan Gina ini 'merendahkan' kaum perempuan.

Gina Puspita menyadari pro dan kontra akan selalu muncul, namun adanya penolakan menurutnya karena tujuan organisasi ini belum dipahami secara utuh.

Ketika diluncurkan di Malaysia saat itu, sempat menyedot perhatian media internasional, ketika salah-seorang pimpinan klub ini mengatakan bahwa para istri harus memberikan pelayanan kepada suami lebih baik dari pelayanan yang diberikan oleh pekerja seks kelas utama.

Gina mengakui ketaatan istri kepada suami itu juga menyangkut hubungan suami-istri. "Termasuk layanan lahiriah, makan ,minum, dan layanan hubungan suami-isteri yang sering kita lupakan," tandas Gina, yang bergabung di Global Ikhwan sejak tahun 2004 lalu.

Berita terkait