Belasan ribu TKI 'tidak jadi berangkat'

Terbaru  23 Juni 2011 - 18:12 WIB
TKI

Belasan ribu TKI akan pulang ke rumah masing-masing karena moratorium

Belasan ribu calon tenaga kerja Indonesia yang akan berangkat ke Arab Saudi kemungkinan besar harus kembali ke rumah masing-masing, kata ketua Himpunan Pengusaha Jasa Penempatan Tenaga Kerja Indonesia, Yunus Mohamad Yamani.

Saat ini terdapar seekitar 13.000 TKI di tempat penampungan yang telah menjalani pelatihan di Balai Latihan Kerja dan mereka siap diberangkat, tetapi mereka kemungkinan besar tidak bisa diberangkatkan karena pemerintah memberlakukan moratorium pengiriman TKI nonformal yang akan mulai berlaku tanggal 1 Agustus.

"Dia akan pulang rumah masing-masing. Kalau kita tahan di sini nggak ngerti batasnya, kan lebih rugi lagi kita," kata Yunus yang memimpin 320 PJTKI.

Saat ini berbagai perusahaan sudah mulai menolak TKI yang menginginkan pergi ke Arab Saudi.

TKI yang sudah dilatih ini juga kecil kemungkinan dikirimkan ke negara lain, seperti Hong kong misalnya karena pasokan sudah terpenuhi.

Sementara sebagian TKI menginginkan bekerja di Arab Saudi karena sekaligus dapat menunaikan ibadah haji di Mekah.

Merugi

TKI terancam gagal diberangkatkan

Belasan ribu calon TKI ke Arab Saudi kemungkinan akan dipulangkan ke rumah masing-masing karena moratorium, kata Ketua Himpunan Pengusaha Jasa Penempatan Tenaga Kerja Indonesia, Yunus Mohamad Yamani.

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Putar dengan media player alternatif

Yunus Yamani mengatakan moratorium ini menyebabkan pihaknya merugi sekitar US$10.000 per bulan karena pihaknya tetap harus membayar biaya seperti gaji, telfon dan listrik.

PJTKI harus membayar sekitar US$1.000 per orang, diantaranya Rp1 juta per TKI untuk biaya pendidikan, selain biaya paspor, tes kesehatan dan asuransi.

"Kalau satu bulan memang tidak apa-apa...kalau dua bulan, bangkrutlah sudah," kata Yunus Mohamad Yamani.

Selain PJTKI, moratorium ini juga mempengaruhi bisnis lain seperti penerbangan, asuransi, koperasi.

Jumlah tenaga kerja Indonesia yang dikirim ke Arab Saudi mecapai 20.000 per bulan.

Pemerintah Indonesia akan memberlakukan moratorium atau penghentian sementara pengiriman TKI sektor rumah tangga ke Arab Saudi mulai tanggal 1 Agustus.

Langkah ini ditempuh menyusul pemancungan Ruyati, seorang TKI di Arab Saudi karena dinyatakan bersalah membunuh majikannya pada Januari 2010.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.