Pengerah TKI cari negara alternatif

Terbaru  1 Juli 2011 - 21:29 WIB
Calon TKI ke luar negeri

Indonesia rata-rata mengirim 18.000-20.000 TKI setiap bulan ke Arab Saudi

Perusahaan pengerah tenaga kerja Indonesia sedang mencari negara alternatif setelah Arab Saudi tidak mengeluarkan izin kerja bagi pembantu rumah tangga dari Indonesia mulai Sabtu (2/7).

Salah satu perusahaan itu adalah PT Alfindo Mas Buana.

Menurut penanggungjawab Balai Latihan perusahaan itu Bustamam Ali, pihaknya telah mengantisipasi penghentian pemberian izin kerja oleh Arab Saudi kepada pembantu rumah tangga asal Indonesia.

"Kita usahakan sebelum Agustus. Kita usahakan penyelesaian ini karena memang kita sudah menyetop dari awal. Jadi begitu ada moratorium dari pemerintah, keesokan harinya kita langsung menyetop penerimaan khusus untuk Timur Tengah, khususnya Arab Saudi," kata Bustamam Ali.

Kecewa

Bustamam mengaku sebenarnya minat TKI ke Arab Saudi sudah menurun sejak kasus penganiyaan TKI asal Nusa Tenggara Barat, Sumiati, November lalu.

"Sudah beberapa minggu di PT, terus tidak jadi pergi ya pasti kecewa"

Andi Ratna

Sebelumnya perusahaanya mengirim sekitar 500 orang per bulan, namun jumlah itu merosot menjadi 150-200 orang per bulan.

Salah seorang calon TKI, Andi Ratna mengaku cemas jika tidak jadi bekerja di Arab Saudi.

Meski dia mengaku tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk menjadi calon TKI, dia tidak dapat menghasilkan uang untuk keluarganya di daerah Sulawesi Tengah.

"Sudah beberapa minggu di PT (ditanggung perusahaan), terus tidak jadi pergi, ya pasti kecewa," tuturnya.

Merosot

Pemerintah mencatat dalam kondisi normal Indonesia mengirim sekitar 18.000 TKI ke Arab Saudi setiap bulannya. Kementerian tenaga kerja mengatakan mulai minggu ini sudah tidak ada TKI yang dikirim ke Arab Saudi.

Semula pemerintah akan menerapkan moratorium atau penghentian sementara pengiriman tenaga kerja nonformal Arab Saudi mulai 1 Agustus 2011 menyusul pemancungan seorang TKI, Ruyati, di Arab Saudi.

Moratorium rencananya akan diterapkan sampai Indonesia dan Arab Saudi menyepakti perjanjian untuk memberikan perbaikan perlindungan dan kesejahteraan bagi TKI di Arab Saudi.

Tetapi Arab Saudi mengumumkan tidak akan memberikan izin kerja kepada pembantu rumah tangga dari Indonesia dan Filipina mulai Sabtu besok karena kedua negara mengajukan syarat-syarat pengiriman.

Saat ini diperkirakan terdapat 1,5 juta tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi, sebagian bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.