Freeport: Pemogok seharusnya konsultasi

Pemogokan Freeport Hak atas foto Reuters
Image caption Ribuan pekerja Freeport melakukan mogok kerja sejak Senin (4/7)

PT Freeport Indonesia mengatakan ribuan pekerja yang mogok meminta kenaikan gaji seharusnya berkonsultasi lebih dulu.

Juru bicara Freeport Ramdani Sirait mengatakan hari Selasa (5/7) bahwa mereka seharusnya menunggu hasil pembicaraan antara manajemen dan wakil buruh.

"Manajemen siap untuk memulai perundingan dalam rangka perjanjian kerja bersama antara manajemen dengan karyawan untuk periode 2011/2013. Namun sejauh ini manajemen belum bisa melakukan itu karena belum tahu sebenarnya siapa yang akan mewakili secara sah," katanya kepada BBC Indonesia.

Freeport mengatakan terdapat surat dari DPD SPSI Provinsi Papua yang membekukan kepengurusan yang ada sekarang.

Para pekerja menuntut kenaikan gaji dari US$1,8 atau RP 15.000 per jam menjadi US$15 atau Rp 128.000.

Terkait dengan tuntutan pembatalan PHK pemimpin serikat buruh, Freeport mengatakan keputusan indisipliner karena tidak bekerja tanpa izin selama lebih lima hari tersebut sudah dicabut dan diganti menjadi pemberian peringatan.

Produksi aman

Sampai sejauh ini Freeport mengatakan pemogokan pekerja yang rencananya akan berlangsung selama seminggu ini tidak mengganggu produksi perusahaan penghasil emas dan tembaga terbesar dunia ini.

"Pengapalan konsentrat dari pelabuhan di Amapare di Mimika masih berjalan sampai saat ini," kata juru bicara Freeport Ramdani Sirait.

Ketika ditanyakan sampai kapan Freeport dapat bertahan dari pengaruh buruk pemogokan 8.000 dari 22.000 keseluruhan karyawan, Freeport mengatakan belum bisa memberikan konfirmasi tentang hal tersebut karena masih perlu melakukan konfirmasi ke bagian operasional.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Namun seorang pemimpin serikat pekerja mengatakan kegiatan produksi sejauh ini terganggu.

"Ini merupakan perkiraan awal tetapi saya kira dari tingkat operasional 100%, operasi pertambangan sekarang berkurang menjadi di bawah 10% yang hampir sama dengan tidak ada operasi," kata Virgo Solossa seperti dikutip kantor berita Reuters.

Berita terkait