Pembantai Cikeusik dituntut 5-7 bulan

Polisi di Cikeusik Hak atas foto AP
Image caption Polisi di tempat kejadian penyerangan Cikeusik, Serang

Sepuluh terdakwa kasus penyerangan jemaah Ahmadiyah di Cikeusik mendapat tuntutan antara lima sampai tujuh bulan penjara hari ini, Kamis (7/7).

Diantara para terdakwa adalah dua tokoh agama yang sebelumnya didakwa melakukan penghasutan dan kekerasan terhadap Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI).

KH Ujang Muhamad Arif dan KH Muhammad Munir sebelumnya dikenai dakwaan pasal 160 KUHP tentang penghasutan dan pasal 170 ayat 1, 2 dan 3 KUHP tentang kekerasan, karena dinilai menggerakkan pengikutnya dan tokoh agama di Cikeusik untuk membubarkan jemaah Ahmadiyah, melalui SMS.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Serang, Jaksa Penuntut Umum mengajuka tuntutan yang lebih ringan dari dakwaan.

Sejumlah media melaporkan seperti biasa persidangan hari ini dijaga ketat oleh kepolisian dan dihadiri oleh ratusan pemuka agama Islam setempat yang datang untuk mendukung para terdakwa.

Kasus kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Provinsi Banten, terjadi pada awal Februari 2011 dan menewaskan tiga orang jemaah Ahmadiyah.

Polisi telah menetapkan 16 orang tersangka, antara lain tiga orang polisi dan satu orang warga Ahmadiyah.

Tidak ada satu pun tersangka yang dijerat dengan pasal pembunuhan.

Berita terkait