Status gunung Lokon naik menjadi 'Awas'

Image caption Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik yang penuh dengan gunung berapi aktif.

Status gunung Lokon di Sulawesi Utara telah ditingkatkan menjadi Awas atau level tertinggi sejak Minggu (10/7) malam.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan sekitar 28 ribu penduduk yang tinggal di kawasan rawan bencana -- di radius 3.5 kilometer dari kawah gunung -- sudah dihimbau untuk mempersiapkan diri dievakuasi

Kepala Pusat Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, kelurahan yang berada di sekitar gunung Lokon, tetapi berlokasi di luar kawasan rawan bencana diminta mewaspadai terjadinya hujan abu, pasir, dan kemungkinan dapat terkena lontaran batu.

"Sehingga diperlukan upaya-upaya yang nantinya mereka siap untuk dilakukan evakuasi," Sutopo mengatakan kepada BBC Indonesia.

Ketika ditanya kapan evakuasi akan dilakukan, Sutopo menjawab, "Sangat ditentukan oleh gunungnya sendiri, karena sampai tadi malam dari gunung Lokon sendiri terjadi erupsi yang paling besar sampai ketinggian 400 meter saja dan tidak terlalu membahayakan, dan saat ini terjadi letusan-letusan kecil tetapi tidak membahayakan."

Rencana evakuasi dimatangkan

"Hingga saat ini memang belum ada evakuasi karena disesuaikan dengan aktivitas dari gunung Lokon."

Pemerintah daerah Sulawesi Utara hari Senin (11/07) sedang melakukan rapat koordinansi dengan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Indonesia untuk merancang persiapan evakuasi, Sutopo menambahkan.

Sutopo mengatakan walaupun gunung Lokon cenderung aktif dan mengeluarkan erupsi tiap tahunnya, namun status Awas kali ini adalah yang pertama kali sejak letusan di tahun 2002 yang mengakibatkan kerugian satu milyar rupiah.

Minggu lalu Bandar Udara Sam Ratulangi di ibukota Sulawesi Utara, Manado sempat ditutup karena letusan gunung Soputan yang terletak tidak jauh dari gunung Lokon,

Letusan tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa dan hanya berlangsung beberapa hari.

Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik atau daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik.

Berita terkait