Ormas Islam diajak untuk urusan hutan

Hutan di Kalimanntan
Image caption Banyak pihak yang berpendapat pengerahan juru dakwah dan da'i bisa menjadi beban

Kementerian Kehutanan Indonesia berencana akan melibatkan ormas-ormas Islam untuk melindungi hutan dan memerangi penebangan liar.

Salah satu bentuk kerja sama adalah melatih para da'i atau pendakwah agar memahami perlindungan dan rehabilitasi hutan.

Kepala Pusat Hubungan Masyarakat Kementerian Kehutanan, Masyhud, menjelaskan kepada BBC Indonesia bahwa pelatihan dilakukan sebelum mereka diterjunkan ke masyarakat yang tinggal di pinggir hutan.

Dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, akan diajak dalam kerja sama tersebut karena dianggap memiliki anggota yang besar dan mengakar.

"Potensi inilah yang akan dimanfaatkan. Memang ada anggaran yang kita siapkan untuk memberikan honor kepada pihak-pihat yang kita libatkan. Semacam kotrak tahunan dan itu nanti bisa diperpanjang lagi untuk tahun-tahun berikutnya."

Masyhud juga membantah bahwa pelibatan ormas Islam dalam upaya pelestaraian hutan ini sebagai proyek semata.

"Kalau proyek atau kegiatan itu kan anggaran terbatas, jadi kita justru mengajak berbagai pihak bergabung dan mereka mau menyediakan anggaran untuk," tambahnya.

Kritik Walhi

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Masyhud tidak bersedia menyebut berapa dana yang disiapkan dalam kerjasama ini, dan berapa jumlah pendakwah yang akan dilibatkan.

Yang jelas, rencana tersebut akan dibiayai oleh anggaran Kementerian Kehutanan 2011.

Namun LSM lingkungan hidup, Walhi, menganggap pelibatan ormas-ormas Islam dalam menjaga kelestarian hutan, kurang strategis untuk menyelesaikan masalah utama kehutanan di Indonesia sekarang ini.

Pegiat Walhi, Muhammad Teguh Surya, berpendapat langkah ini 'mengada-ada' karena akan lebih efektif jika pemerintah memperkuat penegakan hukum di bidang kehutanan.

"Ada banyak hal yang bisa dilakukan yang lebih tepat seperti penegakan hukum, tapi kenapa cari hal lain. Ada 14 perusahaan yang telribat illegal logging (pembalakan liar) di Riau yang di-SP3-kan (cat. penyelidikannya dihentikan) padahal bukti sudah cukup kuat bahwa mereka melakukan illegal logging."

Teguh menambahkan pelibatan ormas agama menunjukkan pemerintah Indonesia justru cenderung menutup mata pada persoalan yang dihadapi.

"Saya pikir mereka menutup mata dengan persoalan yang ada. Menempuh jalan lain yang sebenarnya tidak ada kaitan sama sekali. Jauh panggang dari api, persoalannya A, solusinya Z, ya tidak nyambung" tutur Teguh.

Namun Muhammadiyah berpendapat pelibatan pendakwah dalam upaya menjaga hutan merupakan langkah yang strategis karena posisi mereka yang dihormati di masyarakat.

"Orang itu kan kalau melakukan perbuatan atas dasar agama itu kan mereka mengharapkan pahala. Tapi juga kita jelaskan bahwa kalau mereka bekerja juga akan mendapatkan untuk kesejahteraan dunianya," seperti dikatakan salah seorang pimpinan Muhammadiyah yang membidangi masalah lingkungan, Syukrianto,

"Saya kira dengan motivasi yang dua itu, mereka akan bersemanagt. Tentu selain itu kita juga harus melakukan bimbingan agar mereka mengerti bagaimana mengelola hutan, mengelola tanaman itu dengan sebaik-baiknya."

Berita terkait