Terdakwa kasus suap Wisma Atlet mulai diadili

Terbaru  20 Juli 2011 - 21:11 WIB
Tipikor

Kasus-kasus korupsi yang melibatkan politisi mengguncang kepercayaan masyarakat

Kasus suap terkait pembangunan Wisma Atlet dengan terdakwa Mindo Rosalina Manulang mulai disidangkan hari Rabu (20/07).

Rosalina, yang pernah bekerja di perusahaan milik mantan bendahara Partai Demokrat M Nazarudin, didakwa ikut menyuap pejabat di Kantor Kementerian Pemuda Olahraga, terkait pembangunan wisma atlet untuk Sea Games mendatang.

Orang yang disebut-sebut sebagai 'tangan kanan' buronan kasus korupsi M Nazarudin dituding menghubungkan Nazarudin, sejumlah pejabat, serta perusahaan di balik pembangunan wisma itu.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum menjerat Mindo Rosalinia Manulang dengan pasal penyuapan terhadap penyelenggara negara, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun.

Rosalina disebut ikut berperan memberikan uang suap kepada M Nazarudin, anggota DPR yang juga merupakan bosnya di PT Anak Negeri.

Jaksa dalam dakwaannya juga menyatakan Rosalina ikut membantu mempertemukan Sekretaris Menteri Pemuda Olahraga, Wafid Muharam dengan perusahaan yang memenangi tender dalam pembangunan wisma atlet di Palembang, Sumatera Selatan.

Rosalina juga dituduh ikut terlibat dalam penjatahan dan pemberian uang kepada Muharam dan Nazarudin serta sejumlah orang yang dinilai telah membantu memenangkan PT Duta Graha Indah dalam proyek pembangunan wisma atlet.

Kesaksian Mindo Rosalina Manulang disebut penting, karena dianggap sebagai saksi penting yang disebut mengetahui aliran dana terkait kasus korupsi ini.

Terdakwa Rosalina akan memberikan jawaban atas dakwaan jaksa dalam sidang lanjutan hari Jumat (22/07).

Dibantah

Kasus suap Wisma Atlet mulai disidangkan

Kasus suap terkait pembangunan Wisma Atlet dengan terdakwa Mindo Rosalina Manulang mulai disidangkan hari Rabu (20/07), seperti dilaporkan wartawan BBC Andreas Nugroho.

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Putar dengan media player alternatif

KPK sendiri telah menetapkan mantan Bendahara Partai Demokrat, M Nazarudin, yang masih buron, sebagai tersangka.

Dalam berbagai kesempatan, Nazarudin kepada pers, menyebut dugaan keterlibatan sejumlah petinggi Partai Demokrat terkait perkara ini, meski kemudian dibantah oleh orang-orang yang namanya dia sebut.

Sejauh ini KPK telah memeriksa Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga merupakan kader Partai Demokrat , Andi Mallarangeng sebagai saksi dalam kasus ini.

Selain Rosalina dan Nazarudin, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu Sekretaris Kementerian Menegpora serta satu orang dari perusahaan yang terkait pembangunan wisma atlet tersebut.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.