Jelang puasa, harga beras terus meroket

Terbaru  26 Juli 2011 - 18:30 WIB

Bulog harus memiliki cadangan beras nasional minimal 1,5 juta ton.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri berbagai harga kebutuhan pokok, termasuk beras terus merangkak naik.

Harga beras kelas menengah seperti IR-46 kini dihargai Rp8.000/kg dari Rp6.700/kg.

Kenaikan harga juga menimpa beras-beras kelas termurah. Sejumlah pedagang di pasar beras Cipingan mengatakan harga beras termurah tahun lalu berkisar antara Rp5.000-an.

Namun, tahun ini harga beras termurah dari jenis yang sama sudah menembus harga Rp7.000-an.

Menghadapi kenaikan harga beras ini, nampaknya pemerintah tidak memiliki jurus baru selain operasi pasar yang dilakukan Bulog.

"Saya sudah instruksikan kepada Menteri Perdagangan dan Bulog untuk melakukan operasi pasar di seluruh Indonesia yang terjadi kenaikan harga beras," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Radjasa, Selasa (26/7).

Lamanya operasi pasar ini, lanjut Hatta, tidak akan dibatasi dan akan terus dilakukan hingga harga beras kembali normal.

Stok cukup

Selain menggelar operasi pasar, Hatta menjamin, stok beras nasional cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kita sudah swasembada, bahkan sebagian beras kelas premium kita ekspor ke luar negeri," ujar pria berambut putih itu.

Jika Indonesia memang sudah swasembada beras, mengapa setiap tahun impor beras terus dilakukan?

Menteri Pertanian, Suswono, mengatakan impor beras dilakukan bukan karena persediaan beras nasional kurang.

Impor dilakukan, lanjut dia, untuk memenuhi cadangan beras nasional yang harus dimiliki Bulog.

"Bulog punya kewajiban menyalurkan raskin 260.000 ton setiap bulan. Selain itu, Bulog juga harus punya cadangan beras pemerintah sekitar 500.000 ton," kata Suswono.

Setelah semua kebutuhan Bulog dihitung, maka badan ini harus memiliki cadangan beras nasional minimal 1,5 juta ton.

Jika jumlah cadangan ini kurang maka Bulog diprioritaskan membeli beras masyarakat untuk menambah cadangan berasnya.

"Namun, jika Bulog tak bisa menyerap beras masyarakat maka dia diperbolehkan untuk menambah cadangan melalui impor," papar Suswono.

Kurang matang

"Jika Bulog tak bisa menyerap beras masyarakat maka dia diperbolehkan untuk menambah cadangan melalui impor."

Menteri Pertanian Suswono

Sementara itu, pengamat ekonomi, Bustanul Arifin, mengatakan pemerintah seharusnya bisa mengantisipasi kenaikan harga pangan yang selalu terjadi setiap tahun.

Digelarnya operasi pasar dan pembukaan keran impor yang seringkali bersifat temporer menunjukkan kurang matangnya rencana pemerintah mengantisipasi kenaikan harga barang.

Untuk menjaga ketersediaan stok pangan dan pengendalian stabilitas harga, Bustanul mengatakan, pemerintah seharusnya fokus mengembangkan lima komoditi pangan strategis yang sudah ditetapkan.

"Secara politis ada lima komoditi pangan strategis yang sudah ditetapkan yaitu beras, jagung, kedelai, gula dan daging sapi," papar ekonom INDEF itu.

Sehingga, lanjut dia, agak mengherankan jika pemerintah dari tahun ke tahun selalu menghadapi kendala yang sama dalam pengembangan sektor pangan strategis ini.

"Masa, sudah 10 tahun lebih pembicaraan tidak pernah bergeser dari konversi lahan kedelai atau tergantungnya industri tahu tempe terhadap impor," kata Bustanul.

Namun, di tengah berbagai kendala ini Bustanul menilai ketahanan pangan Indonesia masih sedikit lebih baik dibanding Filipina atau Malaysia.

"Tetapi pemerintah harus ingat ketahanan pangan tak hanya berkaitan dengan stok, tapi juga kemudahan masyarakat memperoleh bahan pangan dan adanya stabilitas harga," tegasnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.