Pilot Garuda berhenti mogok lebih awal

Terbaru  28 Juli 2011 - 19:35 WIB
garuda

Mogok pilot Garuda berakhir setelah ada kepastian perundingan kembali

Aksi mogok pilot Garuda berakhir lebih cepat dari yang direncanakan setelah pimpinan Garuda hari ini (28/7) bersedia membuka lagi perundingan.

Asosiasi pilot maskapai penerbangan milik pemerintah itu sebelumnya menuduh ada diskriminasi dalam sistem penggajian pilot asing dan lokal.

Rencananya aksi mogok akan berlangsung sepanjang hari Kamis hingga tengah malam.

Menteri Badan Usaha Milik Negara, BUMN, Mustafa Abubakar, yang membawahi maskapai milik pemerintah itu, ditunjuk sebagai mediator untuk menyelesaikan persoalan diantara kedua pihak.

Usai pertemuan, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar kepada pers berjanji membahas lebih lanjut usulan para pilot yang mogok.

''Disepakati bahwa ini akan ditindak lanjuti isu-isunya mengenai persoalan gaji pilot asing,'' kata Emirsyah Satar.

Menolak tuduhan

Perundingan soal tuduhan ketimpangan gaji yang disuarakan para pilot garuda, dijanjikan mulai dibahas awal Agustus nanti. Diharapkan sebelum lebaran perundingan itu sudah selesai.

Kuasa hukum Asosiasi Pilot Garuda, Pia Adnan Buyung, menyambut baik kesediaan pimpinan Garuda untuk menemui dan membuka perundingan dengan para pilot yang mogok.

Pia kepada BBC menyatakan harapannya bahwa kemauan pimpinan Garuda untuk berunding ini bisa menghapus ancaman pemogokan di masa depan.

''Kalau memang kesepakatan dari pertemuan tadi akan ada pertemuan lebih lanjut, membuka diri untuk menerima detil aspirasi dari mereka berlanjut terus, rasanya nggak ada kebutuhan untuk mogok lagi,'' kata Pia.

Aksi mogok berawal dari protes terhadap kebijakan sistem penggajian antara pilot asing dan lokal yang dinilai diskriminatif. Dikatakan gaji pilot asing jauh di atas gaji yang diterima pilot lokal.

Pimpinan Garuda menolak tuduhan ini, karena meski pilot asing itu dapat gaji besar, namun pilot lokal memperoleh fasilitas yang tidak diperoleh pilot asing.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.