Jejak pelarian Umar Patek

Terbaru  11 Agustus 2011 - 20:08 WIB
umar patek

Umar Patek diyakini membuat bahan peledak untuk serangan bom Bali 2002

Umar Patek berada di Indonesia selama kurang lebih satu tahun antara 2009 dan 2010 sebelum berangkat ke Pakisan.

Fakta ini diungkap pengamat terorisme dari International Crisis Group (ICG) Sidney Jones.

"Kita tidak tahu persis apa yang ia lakukan selama di Indonesia. Kita juga tidak tahu apakah ia berhubungan dengan jaringan teroris internasional selama di Indonesia," kata Jones kepada BBC Indonesia.

Yang pasti setelah Dulmatin -teman Patek di Indonesia dan di Filipina selatan- tewas tertembak dan kam latihan teroris di Aceh terbongkar, Patek berangkat ke Pakistan.

"Adalah sesuatu yang memprihatinkan keberadaan Patek tak bisa diketahui oleh sejumlah negara sehingga ia bisa masuk ke Pakistan," kata Jones.

Umar Patek diyakini ikut merancang dan membuat bom dalam serangan bom di Bali pada 2002 yang menewaskan lebih dari 200 orang, sebagian besar wisatawan asing.

Ia juga diperkirakan terlibat serangan bom Natal di Jakarta pada tahun 2000 yang menewaskan 19 orang. Setelah bom Bali 2002 ia lari ke Mindanao, Filipina selatan.

Masuk Abbottabad

Pada 2005 Patek bergabung dengan kelompok Abu Sayyaf di Pulau Jolo. Empat tahun kemudian ia masuk ke Indonesia dan pada 2010 berangkat ke Pakistan.

Patek sempat di Indonesia sebelum ke Pakistan

Pengamat terorisme Sidney Jones mengatakan Umar Patek masuk ke Indonesia sebelum pergi ke Pakistan.

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Putar dengan media player alternatif

Sidney Jones mengatakan belum jelas tujuan Patek ke Pakistan.

"Kita tidak tahu apakah ia ingin berjihad di Afghanistan atau membuka saluran di sana agar orang-orang dari Asia Tenggara bisa mengikuti latihan militer di Afghanistan," kata Jones.

Patek ditangkap di kota Abbottabad, Pakistan, pada 25 Januari 2011. Di kota ini pula bersembunyi pemimpin al Qaida Osama bin Laden yang kemudian tewas digrebek pasukan khusus Amerika Serikat Mei lalu.

"Kita tidak tahu apakah ia ingin berjihad di Afghanistan atau membuka saluran di sana agar orang-orang dari Asia Tenggara bisa mengikuti latihan militer di Afghanistan"

Sidney Jones

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai dikutip mengatakan Patek ikut membantu menemukan bin Laden.

Namun baik Jones maupun para pejabat AS tidak menyinggung keterlibatan Patek dalam operasi penyergapan bin Laden.

Pemerintah Indonesia mengupayakan ekstradisi Patek sejak Maret lalu dan pada hari Kamis (11/8) Patek tiba di Jakarta.

Jones mengatakan Polri sekarang memiliki kesempatan mengungkap tabir yang selama ini gelap mengenai kegiatan Patek dan kaitan antara jaringan teroris di Indonesia dan di luar negeri.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.