Komite Etik KPK tanyai Benny K Harman

KPK Hak atas foto b
Image caption Pejabat KPK mendapat sorotan akibat keterangan M Nazarudin.

Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi hari Senin (15/08) meminta keterangan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Benny K Harman terkait pernyataan M Nazarudin yang menyebutkan adanya pertemuan Benny dengan pimpinan dan pejabat KPK.

Nazaruddin menyampiakan tudingan itu melalui sejumlah media saat dia berada di lokasi pelariannya.

Dalam penyataannya, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu mengatakan Benny bersama dirinya serta Saan Mustofa pernah melakukan pertemuan dengan Deputi Penindakan KPK, Ade Raharja sebanyak dua kali.

Saat itu, Ade Rahardja tidak datang sendirian tapi mengajak Juru Bicara KPK Johan Budi SP dan penyidik KPK Rony Samtana. Nazaruddin mengatakan dia saat itu ditemani Benny K Harman.

Ade Rahardja sendiri mengakui pernah dua kali bertemu Nazaruddin. Pertemuan pertama terjadi pada Januari 2010 di sebuah rumah makan Jepang di kawasan Casablanca, Jakarta, dan pertemuan kedua terjadi usai Idul Fitri 2010 di tempat yang sama.

Dalam dua pertemuan itu Ade mengaku ditemani masing-masing oleh Johan Budi dan Penyidik KPK, Rony Samtana.

Akui pertemuan

Seusai bertemu dengan Komite Etik KPK Benny membenarkan adanya pertemuan antara dirinya, Saan Mustofa, Nazaruddin dengan Ade Raharja.

"Pertemuan di Casablanca itu memang ada," kata Benny.

"Saya diundang oleh Bapak Saan Mustofa. Dan ketika saya datang ke restoran Jepang di Casablanca itu, sudah ada disana Bapak Nazarudin, Bapak Ade Rahardja, ditemani oleh Bapak Roni dan juga Bapak Saan Mustofa.''

Benny mengatakan, pertemuan itu tidak membahas kasus yang dihadapi Nazaruddin. Dia menggambarkan pertemuan hanya bersifat biasa dan tak ada penyerahan uang seperti yang dikatakan oleh Nazaruddin.

"Etika saya datang ke sana, tidak ada deal dan transaksi kasus, tidak ada penyerahan uang."

Komite Etik KPK rencananya akan juga meminta keterangan Saan Mustofa dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

M Nazarudin -yang kini menjadi tersangka kasus suap- juga mengaku pernah bertemu dengan Chandra M Hamzah dan membicarakan sejumlah kasus yang ditangani KPK.

Dia mengatakan pernah membahas penanganan proyek pengadaan baju hansip pemilu dan berlangsung di rumahnya.

Chandra Hamzah dalam sejumlah kesempatan telah membantah tudingan Nazarudin itu.

Pemeriksaan Komite Etik KPK yang dipimpin oleh Abdulah Hehamahua ini bertujuan untuk mencari tahu apakah ada pelanggaran yang dilakukan oleh pimpinan dan pejabat di KPK terkait pertemuan yang dituduhkan oleh Nazarudin.

Berita terkait