Nazaruddin diperiksa penyidik KPK

Nazaruddin dalam daftar Interpol Hak atas foto 1
Image caption Penyidik KPK berharap mengungkap kasus dengan potensi korupsi senilai Rp6,3 triliun.

Untuk pertama kalinya sejak dinyatakan sebagai tersangka, M Nazaruddin diperiksa KPK dalam kaitan dugaan tindak korupsi dalam beberapa perkara, yakni dugaan suap proyek Kementerian Pemuda dan Olahraga serta dua proyek lain di Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Kesehatan.

Namun tidak tertutup kemungkinan pemeriksaan akan melebar pada berbagai kasus lain yang juga diduga melibatkan peran Nazar karena KPK telah menerima sejumlah laporan masyarakat terkait peran Nazaruddin.

"Selain saksi-saksi yang sudah kita periksa, sumber informasi juga dari sejumlah laporan masyarakat kita sudah terima cukup banyak,"kata Johan Budi, juru bicara KPK pada BBC.

Dari berbagai kasus yang sudah disidik KPK sebelumnya maupun laporan masyarakat tersebut, menurut Johan potensi nilai korupsi yang diduga melibatkan peran M Nazaruddin mencapai Rp 6,3 triliun.

Namun, bagaimana Nazar terlibat dalam berbagai kasus ini nanti, menurut Johan masih harus menunggu jalannya pemeriksaan.

"Belum dapat breaktrough apa-apa, wong pemeriksaannya saja baru mau jalan,"tambahnya.

Soal pengacara

Sesaat setelah dipulangkan paksa dengan pesawat jet sewaaan Sabtu (13/8) lalu, pemberitaan tentang Nazaruddin berpusar pada persoalan siapa kuasa hukum yang akan mendampinginya.

Nazar masuk tahanan tanpa didampingi pengacara karena tak jelas siapa pemegang hak kuasanya.

OC Kaligis, advokat yang sejak beberapa bulan Nazar kabur keluar negeri banyak dikutip media sebagai kuasa hukum sang buronan, meradang karena merasa tak diizinkan menemui kliennya.

Sebaliknya, menurut KPK, justru Nazar lah yang minta agar tak didampingi pengacara di masa-masa awal ketika ditahan di Markas Komando Brimob akhir pekan lalu.

"Ada dua pengacara disodorkan keluarga: Kaligis dan Elsya Syarif. Kami tanya pada Nazar, dia malah minta waktu berpikir dulu sebelum menunjuk pengacara. Orangnya sendiri tidak mau masa dipaksa," tukas Johan menjawab kritik Kaligis.

Dalam pemeriksaan Kamis, nampak OC Kaligis dan Afrian Bondjol, dua pengacara dari kantor firma hukum OC Kaligis & Associates.

Setelah menangkap Nazar, KPK kini juga tengah mengupayakan pemulangan paksa Neneng Sri Wahyuni, istri Nazar, yang ikut kabur bersama suaminya ke luar negeri dan juga berstatus tersangka dalam kasus korupsi yang sama.

Berita terkait