Tes calon pramugari Garuda dipersoalkan

Garuda Indonesia
Image caption Garuda telah merekrut pramugari asal Jepang, Cina dan Korea Selatan

Calon-calon pramugari asal Korea Selatan yang mengikuti seleksi pramugari Garuda Indonesia mengeluhkan proses pemeriksaan kesehatan yang meliputi perabaan payudara untuk mengetahui apakah mereka mempunyai cangkokan payudara.

Pemeriksaan tersebut dilakukan di Seoul bulan lalu sebagai bagian dari proses perekrutan untuk mengisi belasan posisi pramugari berbahasa Korea. Seorang pejabat Garuda di kantor perwakilan Seoul dikutip mengatakan akan menyelidiki tuduhan calon pramugari.

Namun Wakil Presiden Komunikasi Korporat Garuda Indonesia, Pujobroto mengatakan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan standar yang berlaku.

"Pada saat dilakukan pemeriksaan baik rumah sakit dan dokter yang melakukan pemeriksaan, setiap dokter yang melakukan pemeriksaan itu tidak sendiri," kata Pujobroto kepada BBC Indonesia.

"Tim dokter didampingi staf lokal dan setiap melakukan pemeriksaan selalu dijelaskan apa yang akan dilakukan dan apa tujuannya," kata Pujobroto.

Ia menambahkan Garuda memiliki standar baku ketika melakukan tes kesehatan kepada semua calon pramugari.

Kecaman

Selain harus menjalani pemeriksaan payudara dengan tangan, kata calon pramugari asal Korea Selatan, peserta juga harus melepaskan sebagian lapisan pakaian mereka. Keluhan mereka sontak menyulut kecaman pedas terutama di kalangan hak perempuan Korea Selatan.

Kim Da-Mi, seorang aktivis di Seoul yang bekerja di organisasi Sexual Violence Relief Centre, menyerukan tindakan tegas terhadap dugaan tindakan cabul. "Saya bertanya-tanya apakah praktek seperti itu bisa diterima di Indonesia," katanya kepada kantor berita AFP.

Seorang juru bicara maskapai penerbangan Korea Selatan Korean Air mengatakan dugaan pemeriksaan payudara tersebut aneh.

Wakil Presiden Komunikasi Korporat Garuda Indonesia, Pujobroto menegaskan sejauh yang ia ketahui pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

"Tidak payudara tetapi tentunya dari dokter itu di samping pemeriksaan rumah sakit, bisanya juga dipastikan misalnya pemeriksaan menyangkut mata, hidung, mulut, tulang-tulang, dan lain-lain," jelasnya.

Pujobroto juga mengatakan hingga kini Garuda telah mempunyai 14 pramugari asal Korea Selatan.

Perekrutan pramugari asing dilakukan untuk mengembangkan pelayanan ke negara-negara yang diterbangi guna membantu penumpang yang tidak bisa berbahasa Indonesia atau berbahasa Inggris bahasa.

Berita terkait