Otak kawanan teroris bom buku diadili

Terbaru  3 November 2011 - 14:23 WIB
Lokasi bom buku di Utan Kayu

Tak ada korban jiwa dalam kasus bom buku, namun seorang polisi kehilangan lengan kanan akibat ledakan.

Pepi Fernando, yang menurut polisi merupakan otak jaringan bom buku, diadili dan diancam dengan ancaman maksimum hukuman mati.

Dakwaan terhadap Pepi dibacakan dalam sidang perdana di PN Jakarta Barat, dengan pelanggaran pada UU Terorisme pasal 14 tentang perencanaan dan penggerakan orang lain untuk melakukan aksi terorisme.

Seperti dilaporkan Ervan Hardoko dari PN Jakarta Barat, Jaksa juga mengaitkan Pepi dengan tindak permufakatan jahat menebar terorisme di tengah masyarakat.

Dalam dakwaannya, Jaksa Bambang Suharyadi menyebut Pepi sebagai otak dari enam tindak pidana terorisme termasuk diantaranya bom buku, bom Cibubur yang menyasar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai target bom, serta bom gereja Katedral di perumahan Gading Serpong, Banten.

Polisi menangkap terdakwa di Aceh pada bulan April 2011, beberapa lama sebelum bom direncanakan diledakkan Serpong meledak.

Dari hasil pemeriksaan polisi yang dikutip jaksa, terungkap bahwa Pepi, lulusan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Jakarta, belajar merakit bom sendiri dari berbagai media.

Selain menggunakan nama Pepi Fernando, terdakwa menurut jaksa juga menggunakan nama alias M Romi alias Ahyar.

Dalam kasus bom buku, menurut polisi Pepi dibantu tujuh orang yang semuanya kini ditahan dan telah mulai diadili Senin lalu. Tak ada korban dalam kasus ini, dimana bom diletakkan dalam lipatan tebal buku, namun seorang petugas polisi kehilangan sebagian lengan akibat kelalaian saat mencoba menjinakkan bom tersebut.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.