KTT Asia Timur berakhir tanpa perdebatan sengit

Terbaru  19 November 2011 - 21:06 WIB
Penutupan KTT Asia Timur

Masalah Laut Cina Selatan dan Burma dibahas tanpa perdebatan sengit.

Rangkaian pertemuan para pemimpin negara-negara Asia Tenggara yang terangkum dalam KTT ASEAN, KTT ASEAN Plus Tiga dan KTT Asia Timur ditutup Sabtu (19/11) tanpa ada perdebatan berarti.

Dua isu utama yang mengemuka sebelum penyelenggaraan KTT ini yaitu usulan kepemimpinan Burma dan kisruh Laut Cina Selatan yang melibatkan Cina dengan sejumlah negara ASEAN - Vietnam, Malaysia, Brunei Darusalam dan Filipina - dibahas dalam kondisi yang relatif tidak gaduh.

Semua negara ASEAN secara bulat menyepakati Burma ditunjuk sebagai ketua ASEAN pada tahun 2014.

Meski sejumlah kalangan masih menyoroti pelanggaran HAM di Burma, para pemimpin ASEAN menganggap proses perubahan di Burma akan terus berjalan sehingga dipercaya untuk menjadi ketua.

''Dengan menjadi ketua ASEAN, Myanmar justru akan mendapat sorotan dari dunia internasional, sehingga hal itu justru akan menjamin perubahan yang tengah berlangsung di Myanmar,'' kata Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa.

Sementara terkait isu Laut Cina Selatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya menggambarkan adanya pendekatan damai.

''Kita telah mencapai berbagai raihan signifikan, yaitu memetakan komunitas ASEAN dalam komunitas global dan menjadikan ASEAN kawasan bebas senjata nuklir,'' ucap SBY dalam pidato penutupan tanpa memberikan informasi detil mengenai penyelesaian masalah Laut Cina Selatan.

Negara-negara ASEAN juga terkesan berhati-hati dalam menanggapi rencana penempatan pasukan Amerika Serikat di wilayah utara Australia.

Hasil akhir KTT ASEAN ini terangkum dalam Deklarasi Bali III atau Bali Concord III untuk mewujudkan Komunitas ASEAN 2015 di tengah komunitas global 2022.

Investasi

Jika masalah politik dan keamanan negara-negara ASEAN diselesaikan dengan jalan 'damai' maka lain halnya dengan pembahasan soal isu ekonomi.

Sejumlah kesepakatan ekonomi dicapai ASEAN dengan sejumlah negara mitra seperti Cina, Korea, Jepang dan Amerika Serikat.

"Kemitraan semacam ini sangat diperlukan pada saat-saat sulit seperti sekarang. Setiap tahunnya, kita melihat dampak dari krisis ekonomi global."

Ban Ki-moon

ASEAN dan Cina membentuk Pusat ASEAN-Cina atau ACC yang ditujukan untuk mengurangi jurang pertumbuhan ekonomi antara Cina dengan negara-negara ASEAN.

Khusus untuk Indonesia, Cina juga berencana untuk membangun jalur rel kereta api di Sumatera Selatan dengan nilai investasi mencapai US$1,3 miliar.

Indonesia juga membuat kesepakatan ekonomi dengan Amerika Serikat melalui Kemitraan Milenium dengan nilai bantuan mencapai US$600 juta untuk mendukung pembangunan ekonomi berwawasan lingkungan, kesehatan masyarakat dan meningkatkan pelayanan publik di Indonesia.

Tetapi yang menjadi sorotan adalah pembelian pesawat Boeing 737 yang dilakukan maskapai penerbangan Indonesia Lion Air ke perusahaan AS, Boeing.

Pembelian 230 pesawat generasi terbaru Boeing ini oleh Obama disebut sebagai transaksi komersial terbesar di antara kedua negara, dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan di AS.

Kehadiran Obama di Asia Tenggara oleh sejumlah analis disebut-sebut sebagai upaya untuk mencari pasar baru. Apalagi sebelumnya dalam KTT APEC di Hawaii, Obama mengusulkan perjanjian perdagangan bebas dengan sejumlah negara Asia Pasifik, atau Trans-Pasifik.

Amerika Serikat saat ini memang gencar melakukan upaya untuk mengurangi defisit perdagangan mereka. Dan Asia yang relatif aman dari krisis keuangan global saat ini merupakan fokus baru Amerika.

Peran ASEAN

Rangkaian KTT ASEAN kali ini juga dihadiri Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon yang mengakui peran ASEAN kini semakin dibutuhkan terutama di saat krisis ekonomi yang melanda dunia.

"Kemitraan semacam ini sangat diperlukan pada saat-saat sulit seperti sekarang. Setiap tahunnya, kita melihat dampak dari krisis ekonomi global. Masyarakat turun ke jalan melakukan protes, banyak warga yang marah dengan jurang pemisah yang dalam antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.''

''Krisis yang menimpa Eropa dan Amerika Serikat tidak dirasakan Asia Tenggara. Malah, perekonomian ASEAN terus berkembang. Tapi perkembangan ini jangan sampai membuat negara-negara ASEAN gelap mata dan melupakan tanggung jawab mereka terhadap masyarakat dunia.''

"Inilah yang saya sampaikan dalam setiap pertemuan hari ini. Ini adalah saatnya bagi ASEAN untuk maju demi dunia. Dunia butuh kalian. Dunia butuh ASEAN untuk mengatasi setiap tantangan," kata Ban Ki-moon.

Setelah dipimpin oleh Indonesia dalam satu terakhir, kini tongkat kepemimpinan ASEAN diserahkan kepada Kamboja yang dipilih sebagai Ketua ASEAN 2012.

Saat memberikan sambutan, PM Hun Sen menyatakan akan melanjutkan upaya mewujudkan komunitas ASEAN 2015.

"Kami mencatat bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperkuat sentralitas ASEAN dalam arsitektur regional dan global. Kami akan melanjutkan pembentukan komunitas ASEAN yang terintegerasi, memperkuat kemitraan dalam forum-forum regional dan global," ujar Hun Sen.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.