DPR mulai uji calon pimpinan KPK

Busyro Muqoddas
Image caption Komisi III DPR sempat mempersoalkan masa tugas Busyro sebagai ketua KPK.

Dewan Perwakilan Rakyat hari Senin (21/11) akan mulai melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon pimpinan KPK yang akan bertugas untuk periode 2011-2015.

Ada delapan calon pimpinan KPK yang telah diajukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bulan lalu kepada DPR.

Komisi III DPR diberikan waktu satu hari untuk mendalami integritas dan kemampuan tiap satu orang calon.

Nantinya mereka akan memilih empat dari delapan nama calon yang sudah diajukan oleh presiden itu.

Salah satu calon pimpinan, Abraham Samad kemungkinan akan mendapat giliran pertama untuk diuji oleh Komisi III DPR.

Samad merupakan calon dengan latar belakang pengacara dan berasal dari Ujung Pandang, Sulawesi Selatan.

Tujuh calon lainnya yang akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan dari Komisi III DPR adalah Bambang Widjojanto, Yunus Husein, Abdullah Hehamahua, Handoyo Sudrajat, Abraham Samad, Zulkarnaen, Adnan Pandu Praja dan Aryanto Sutadi.

Proses uji kelayakan ini akan berlangsung hingga tanggal 2 Desember mendatang.

DPR harus menyelesaikan proses uji kelayakan dan kepatutan ini sebelum masa jabatan empat orang dalam jajaran kepimpinan KPK saat ini berakhir.

Posisi Busyro

Komisi III DPR sebelumnya sempata mempersoalkan pengajuan calon yang hanya delapan untuk lima posisi pimpinan KPK.

Sebagian fraksi yang berada dalam komisi ini bersikeras agar pemerintah mengajukan sepuluh calon dengan alasan merupakan perintah undang-undang.

Alasan ini dipersoalkan pemerintah dan kalangan pegiat anti korupsi karena mereka menilai DPR tidak perlu memilih ketua KPK karena sudah ada Busyro Muqoddas.

Busyro terpilih sebagai ketua KPK tahun lalu menggantikan Antasari Azhar yang tersangkut kasus pembunuhan.

Seperti di laporkan Wartawan BBC Indonesia, Dewi Safitri di Jakarta, posisi Busyro akhirnya selamat dan tidak lagi hanya meneruskan jabatan Antasari selama satu tahun berkat turunnya fatwa dari Mahkamah Konstitusi.

Fatwa MK itu menyatakan Busyro menduduki jabatan pimpinan KPK hingga 2014 mendatang.

Meski demikian Komisi III menyatakan tetap akan menjadwalkan tatap muka dengan Busyro Muqoddas pada tanggal 2 Desember mendatang setelah proses uji kelayakan dan kepatutan dengan kandidat lain usai.

Sesi dengan Busyro, menurut Komisi III DPR bertujuan 'sekedar menanyakan kesediaannya untuk meneruskan jabatan di KPK'.

Berita terkait