Nazaruddin protes dakwaan jaksa

Terbaru  30 November 2011 - 09:03 WIB
M Nazaruddin

M Nazaruddin kemungkinan dijerat dengan pasal penyuapan karena diduga menerima suap dalam proyek pembangunan wisma atlet.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin terdakwa dalam kasus dugaan suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan memprotes dakwaan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Nazaruddin mengaku tidak mengerti dengan dakwaan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum karena merasa tidak pernah ditanyai tentang kasus wisma atlet.

"Saya tidak mengerti sedikitpun karena selama penyidikan saya tidak pernah ditanya soal kasus wisma atlet," kata M Nazaruddin kepada Majelis Hakim yang menyidangkan perkaranya.

Wartawan BBC Indonesia, Ervan Hardoko melaporkan sempat terjadi debat cukup panjang antara Jaksa Penuntut Umum dengan Tim Pengacara Nazaruddin.

Pengacara Nazarudin mengaku belum menerima salinan berita acara pemeriksaan kasus wisma atlet seperti yang didakwakan oleh jaksa.

"Kami tak pernah diberi salinan berita acara pemeriksaan," kata pengacara Nazaruddin, Hotman Paris Hutapea.

Dalam perdebatan itu Jaksa membantah tudingan pengacara Nazaruddin tersebut.

Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaannya menjerat Nazaruddin dengan pasal berlapis, yakni Pasal 12 huruf b, atau Pasal 5 ayat (2) juncto Pasal 5 ayat (1), dan atau Pasal 11.

Menurut Jaksa, Nazaruddin menerima uang dari PT Duta Graha Indah yang merupakan rekanan proyek sebesar Rp 4,6 miliar.

Dia terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara jika dakwaan yang dituduhkan kepadanya terbukti.

Mengatur pertemuan

Dalam dakwaannya hari ini Jaksa Penuntut Umum juga menyebut nama anggota DPR asal Partai Demokrat, Angelina Sondakh.

"Terdakwa (M Nazaruddin) pada bulan Januari 2010 di Nippon Kan Restauran, Hotel Sultan memperkenalkan Mindo Rosalina Manulang sebagai marketing PT Anak Negeri kepada Angelina Sondakh sabagai anggota Badan Anggaran komisi sepuluh DPR," kata Jaksa Penuntut Umum.

"Saya tidak mengerti sedikitpun karena selama penyidikan saya tidak pernah ditanya soal kasus wisma atlet"

M Nazaruddin

"Terdakwa kemudian meminta Angelina Sondakh agar Mindo Rosalina Manulang difasilitasi untuk mendapatkan proyek-proyek dari Kementrian Pemuda dan Olahraga, dalam kesempatan itu Angelina meminta Mindo Rosalina dan terdakwa untuk menghubungi pihak Kemenpora."

Sebelumnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi juga telah menyidangkan tiga tersangka dalam kasus ini yaitu Wafid Muharam, Muhammad El Idris dan Mindo Rosalina Manulang.

Pengadilan pun telah menjatuhkan vonis kepada Rosa dengan hukuman dua tahun enam bulan penjara. Sedangkan El Idris divonis dengan hukuman dua tahun penjara.

Sementara Wafid masih menjalani persidangan dalam kasus ini.

Kasus suap wisma atlet menjadi sorotan karena Nazaruddin menyebut keterlibatan sejumlah petinggi Partai Demokrat yang kini tengah berkuasa kepada sejumlah media.

KPK sendiri telah memeriksa sejumlah nama yang sempat disebutkan oleh Nazaruddin seperti Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrun, anggota DPR, Angelina Sondakh dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallaranggeng.

Lembaga itu juga telah memeriksa seorang anggota DPR asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Wayan Koster.

Keempatnya dalam keterangan kepada sejumlah media telah membantah tudingan yang pernah disampaikan oleh Nazaruddin.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.