Bintang Kejora berkibar di tiga wilayah Papua

Terbaru  1 Desember 2011 - 13:20 WIB
Bendera Bintang Kejora dikibarkan di Timika, 1 Desember 2011.

Bendera Bintang Kejora yang dikibarkan di Timika pada tanggal 1 Desember 2011.

Kepolisian Daerah Papua membenarkan pengibaran bendera Bintang Kejora terjadi di tiga wilayah di pulau itu dalam peringatan hari lahir OPM, namun untuk sementara memilih tidak mengambil sikap.

"Pengibaran bendera terjadi di Wamena, Timika, dan Puncak Jaya," kata Juru Bicara Kepolisian Daerah Papua, Kombes Pol Wachyono kepada Wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho.

Namun Wachyono membantah laporan sejumlah media yang menyebut, terjadi pula pengibaran Bintang Kejora di Jayapura, ibukota Provinsi Papua.

Dalam pemberitaan sejumlah media disebutkan di Jayapura terjadi aksi pengibaran bendera dan penganiayaan terhadap aparat polisi dengan tembakan panah yang menyebabkan polisi luka.

Menurut Wachyono yang terjadi adalah pengeroyokan terhadap dua anggota kepolisian Jayapura yang mulanya mendengar kabar bendera Bintang Kejora dikibarkan di lokasi setempat.

Kedua polisi lalu memeriksa informasi itu, namun kemudian mereka diserang kelompok orang tak dikenal.

"Ada informasi pengibaran bendera di daerah Sentani kemudian dua anggota ke sana untuk memeriksa tapi belum sampai ke lokasi mereka sudah dicegat oleh lima belas orang."

"Pengibarannya sendiri tidak ada tapi dari dua petugas itu; satu sempat dipukuli hingga babak belur dan terkena panah di pinggangnya," jelas Wachyono.

Polisi telah menahan empat warga setempat untuk dimintai keterangan setelah kejadian.

Belum ditangkap

Meski dalam berbagai kasus tahun sebelumya pengibaran bendera Bintang Kejora kerap dianggap sebagai bentuk aksi makar yang bisa dipidanakan, namun sejauh ini menurut Wachyono belum ada warga ditahan karena aksi pengibaran bendera di Papua.

"Belum ada yang ditangkap dari aksi pengibaran bendera di tiga titik ini."

"Kalau ketika ibadah dan terjadi pengibaran kita tangkap nanti seperti kejadian di kongres"

Wachyono

Penangkapan warga, juga tidak akan langsung dilakukan polisi jika bendera Bintang Kejora berkibar di tengah acara ibadah memperingati ulang tahun Papua.

Polisi, menurut Wachyono belajar dari rumitnya insiden pasca pembubaran Konres Rakyat Papua, untuk menangani situasi sensitif hari ini.

"Kalau ketika ibadah terjadi pengibaran kita tangkap, nanti seperti kejadian di kongres; kita dokumnetasikan saja dulu nanti yang mengibarkan setelah selesai kita panggil."

Perhatian Polda Papua, hari ini antara lain dipusatkan pada kegiatan ibadah memperingati hari lahir Papua di Sentani. Misa massal itu menurut perkiraan aparat dihadiri oleh sekitar seribu orang.

Tokoh Gereja Papua, Pendeta Sokrates Yoman, mengatakan misa merupakan syukuran hari ulang tahun bangsa Papua.

"Di acara ini mereka melakukan refleksi sejarah warga Papua dari generasi satu ke generasi lainnya," katanya soal acara tersebut.

"Kegiatan ini berlangsung di seluruh tanah Papua dan diikuti oleh seluruh warga."

Pada tahun-tahun sebelumnya peringatan 1 Desember sebagai hari lahir OPM nyaris selalu diwarnai pengibaran bendera Bintang Kejora, yang dianggap aparat sebagai salah satu bentuk upaya makar terhadap pemerintahan yang sah.

Pelaku, bila berhasil ditemukan, akan ditangkap dan diproses secara hukum bahkan tak jarang dilaporkan diikuti dengan penganiayaan yang menimbulkan banyak protes dan sorotan dari kalangan nasional maupun internasional.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.