Jaga-jaga periksa Nunun, KPK akan siapkan tim dokter

Terbaru  12 Desember 2011 - 12:44 WIB
KPK

KPK bertekad menyingkap peran Nunun dan pihak lain dalam korupsi suap DGS 2004.

Pemeriksaan terhadap tersangka kasus suap Nunun Nurbaeti akan dilanjutkan Senin (12/12) siang, setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan awal Sabtu malam hingga dinihari.

Dalam sesi cek kesehatan dan pemeriksaan awal itu, KPK mengatakan 'tak menemukan indikasi' bahwa Nunun mengalami sakit ingatan parah sebagaimana diklaim dokter pribadi dan keluarganya, sehingga dia tak bisa menghadapi pertanyaan penyidik.

Nunun lari dari kejaran KPK setidaknya sejak Februari tahun lalu, setelah dinyatakan sebagai saksi dan kemudian tersangka, dalam suap pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia tahun 2004.

Dari tangan Nunun dan anak buahnya, KPK menyangka tersebar ratusan lembar cek perjalanan bernilai miliaran rupiah sebagai imbalan atas terpilihnya Miranda Gultom sebagai DGS Bank Indoensia, oleh puluhan anggota DPR saat itu.

"Selama jadi buronan kan Bu Nunun pindah-pindah, itu kan membutuhkan kesehatan fisik dan mental yang prima,"kata jubur bicara KPK Johan Budi, menegaskan kondisi Nunun saat ini baik.

Nunun diduga melanglang buana sekitar Asia Tenggara dalam perjalanannya menghindari kejaran penyidik KPK, antara lain ke Singapura, Bangkok dan Kamboja. Johan mengatakan tanpa kemampuan fisik dan daya ingat, perjalanan semacam itu sulit dilakukan.

"Sejauh ini belum ada hambatan untuk pemeriksaan, kecuali kalau nanti ada alibi tidak bisa menjawab karena lupa,"tambah Johan kepada wartawan BBC Indonesia, Dewi Safitri.

Dalam penuturannya kepada BBC sehari sebelumnya, kuasa hukum Nunun mengatakan mengakui profesionalitas penyidik KPK karena memeriksa Nunun dengan memperhatikan kondisi kesehatannya.

"Pertanyaan diajukan pelan sehingga Bu Nunun bisa mengikuti dan menjawab,"kata Ina Rachman.

Tim dokter

Dalam dokumen yang dikirim kepada KPK tahun lalu, Dokter pribadi Nunun menyatakan pasiennya menderita sakit ingatan parsial yang mengarah pada penyakit alzheimer. Sang dokter melarang Nunun duduk sebagai saksi dan ditanya sekitar kasus gratifikasi yang diduga melibatkannya, karena diklaim akan memperburuk kondisi otaknya.

Nunun Nurbaeti DPO Interpol

KPK berkali-kali meminta agar keluarga membantu pemulangan Nunun, namun tak ditanggapi.

KPK menurut Johan siap menghadapi alibi serupa dengan dokter pembanding.

"Bagaimana kita tahu kondisi yang bersangkutan sesungguhnya kalau memeriksa langsung saja kita belum pernah?"ujar Johan Budi tentang peran tim dokter ini nantinya.

Rencana ini sebenarnya sudah disiapkan KPK sebelumnya saat pihak Nunun mengaku sakit, namun urung direalisir karena sang tersangka keburu buron.

"Kita akan mintakan second opinion (pendapat kedua) dari tim ini kalau memang tersangka mengaku tak bisa menjawab karena sakit."

Johan juga mengatakan sejauh menyangkut permintaan keluarga agar Nunun didampingi dokter pribadi selama pemeriksaan belum diterima KPK. Namun sesuai UU, tersangka hanya dapat didampingi pengacara selama pemeriksaan.

"Mungkin maksudnya di luar ruangan pemeriksaan," kata Johan.

Rekaman Nunun-Miranda

Perkembangan terbaru terkait kasus ini justru muncul dari rumah Nunun di kawasan Cipete Jakarta Selatan.

Dalam sebuah acara jumpa pers, keluarga yang diwakili suami Nunun, Adang Daradjatun, menunjukkan sejumlah bukti bahwa Nunun dan Miranda, DGS Bank Indonesia terpilih, kenal baik sejak lama.

Seperti ditulis sejumlah media nasional Adang, mantan Wakil Kapolri yang kini anggota Komisi Hukum DPR dari Fraksi PKS, membantah pernyataan Miranda dalam persidangan yang berkali-kali mengatakan tak banyak tahu soal Nunun kecuali sekedar sebagai kenalan antar sosialita Jakarta.

Adang mengklaim punya bukti rekaman dan foto yang ditunjukkannya dalam kesempatan itu, dan meminta penyidik KPK menggunakan bukti ini sebagai salah satu bahan penyidikan kasus.

KPK sebelumnya sudah berkali-kali meminta agar Adang dan keluarganya membantu memulangkan Nunun saat buron, namun keluarga Daradjatun mengaku tak tahu dimana posisi perempuan itu selama di luar negeri.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.