Pastikan tak ada sanksi, karyawan Freeport kembali bekerja

Terbaru  23 Desember 2011 - 14:04 WIB
Karyawan Freeport

Karyawan kemungkinan baru kembali kerja di lingkungan Freeport pada hari Senin (26/12).

Pekerja Freeport akhirnya sepakat untuk mulai bekerja kembali pada akhir pekan ini setelah sebelumnya sempat tertunda.

Aksi mogok sempat diumumkan berakhir pada tanggal 17 Desember lalu setelah kesepakatan tentang kenaikan gaji sebesar 40 persen tercapai.

Namun belakangan serikat pekerja juga menuntut agar perusahaan tidak memberikan sanksi terhadap mereka yang terlibat dalam aksi mogok.

"Kami sudah mendapat surat resmi dari manajemen PT Freeport yang menghimbau kepada seluruh kontraktor untuk mendukung keputusan yang diambil hari ini untuk tidak memberi sanksi kepada pekerja mereka yang ikut terlibat aksi mogok," kata juru bicara Serikat Pekerja PT Freeport, Virgo Solossa kepada wartawan BBC Indonesia Andreas Nugroho.

"Kesepakatannya ditandataangani pukul 11.00 tadi setelah rapat dari siang hingga pukul 12 malam tadi."

Mulai mobilisasi

Dia mengatakan besok mereka akan mulai melakukan mobilisasi pekerja di lingkungan PT Freeport Indonesia.

"Besok (24/12) kami akan adakan proses mobilisasi dulu setelah proses mobilisasi, kerja kan kemudian akan berjalan dengan sendirinya."

"Contoh kalau besok ada mobilisasi sekitar 250 orang ke atas maka mungkin mereka bisa kerja lusa"

Virgo Solossa

"Contoh kalau besok ada mobilisasi sekitar 250 orang ke atas maka mungkin mereka bisa kerja lusa."

Dia mengatakan perusahaan asal Amerika itu telah menyetujui usulan kenaikan sebesar 40 persen terhadap karyawan dari level terendah hingga tertinggi.

"Kenaikan sekitar 40 persen atau hampir US$4 perjamnya merata dari (karyawan dengan posisi) yang terendah hingga tertinggi," kata Virgo.

PT Freeport Indonesia membenarkan bahwa mereka memang telah menyepakati hal tersebut.

"Hari memang telah kita sepakati yang kita namakan perjanjian bersama untuk memastikan segala sesuatunya disepakati bersama antara manajemen dan karyawan," kata Juru Bicara PT Freeport, Ramdhani Sirait.

"Perjanjian ini diperlukan dalam hal pertama kembalinya karyawan bekerja dan pembukaan kembali jalan-jalan yang diblokir."

Jumlah kerugian

Ramdhani juga menjelaskan meskipun kemungkinan karyawan baru akan bekerja pada hari Senin namun dia memastikan pembukaan sejumlah jalan yang ditutup akan mulai dilakukan besok.

"Ya kalau karyawan mungkin akan kembali bekerja lusa namun Pembukaan jalan yang diblokir dilakukan besok."

PT Freeport Indonesia sejauh ini belum menghitung total kerugian akibat aksi mogok karyawannya.

"Dampaknya lainnya adalah perusakan dan penjarahan pipa-pipa yang menyalurkan konsentrat dari pabrik kami di dataran tinggi kemudian pabrik pengeringan di pelabuhan."

Ramdhani Sirait

"Masih belum dihitung tapi perhari kerugian yang diderita adalah 19 juta US$."

"Dampaknya lainnya adalah perusakan dan penjarahan pipa-pipa yang menyalurkan konsentrat dari pabrik kami di dataran tinggi kemudian pabrik pengeringan di pelabuhan."

Selain itu pengrusakan terjadi pada pipa-pipa yang mengalirkan bahan bakar dari pelabuhan ke wilayah kerja.

Total panjang pipa yang dirusak dan dijarah adalah dua puluh kilometer dan cukup berpengaruh terhadap kerja perusahaan itu kata Ramdhani.

Sebelumnya sekitar 8.000 dari 23.000 karyawan Freeport mulai melakukan pemogokan sejak 15 September lalu dan insiden ini mengganggu produksi tambang perusahaan emas dan tembaga itu.

Para karyawan pada mulanya mengajukan tuntutan kenaikan gaji sebesar 20 kali lipat dari gaji minimum sebesar US$1,50 per jam menjadi $30 per jam. Tetapi tuntutan kenaikan itu terus menurun.

PT Freeport Indonesia sendiri menyatakan fokus perusahaan saat ini adalah memulai lagi kembali operasi.

Freeport menyatakan Oktober lalu pengapalan emas dan tembaga terganggu karena hal yang di luar kendali sehingga perusahaan itu terhindar dari sanksi atas kewajiban terhadap konsumen.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.