Perusahaan Australia ARX hentikan aktifitas di Bima

Terbaru  28 Desember 2011 - 11:50 WIB
Polisi

Komnas HAM mengatakan ada indikasi pelanggaran HAM yang dilakukan polisi di Sape.

Perusahaan eksplorasi emas Australia mengatakan mereka telah menghentikan aktifitas dalam proyek di Bima setelah aksi kekerasan yang menyebabkan dua orang meninggal.

"ARX telah menghentikan aktifitas proyek di Bima, Sumbawa Timur menyusul kejadian di pelabuhan Sape tanggal 24 Desember," kata Arc Exploration Limited (ARX) dalam situsnya.

"Akfititas ARX di Birma tergolong minor dan melibatkan sejumlah pakar geologi yang melakukan kerja lapangan termasuk mengumpulkan sampel tanah. Tujuan eksplorasi itu adalah mendapatkan informasi terkait potensi geologi dan mineral di kawasan itu," tambah perusahaan itu.

Dua orang meninggal dan sekitar 20 terluka akhir pekan lalu setelah polisi melepaskan tembakan ke arah demonstran yang telah melakukan protes selama beberapa hari dengan menduduki pelabuhan Sape.

ARX memiliki izin eksplokrasi mencakup kawasan 250km2 di pulau itu, menurut demonstran yang menginginkan hak eksplorasi dicabut.

Namun ARX mengatakan, "Bertolak belakang dengan sejumlah laporan, tidak ada penambangan emas yang tengah dilakukan atau dibangun...ARX adalah perusahaan eksplorasi dan tidak melakukan aktifitas pertambangan."

Indiaksi pelanggaran HAM

"Akfititas ARX di Birma tergolong minor dan melibatkan sejumlah pakar geologi yang melakukan kerja lapangan termasuk mengumpulkan sampel tanah"

Pernyataan ARX

Direktur ARX John Carlile mengatakan perusahaan itu "ikut prihati atas korban jiwa dan cedera dalam insiden tanggal 24 Desember."

"Aktifitas ARX dan staf tidak terkait dengan pelabuhan Sape dan bila ada yang menyebutkan ARX terlibat dalam kejadian di Sape, itu tidak benar," kata Carlile.

Kementrian luar negeri Australia sendiri menyatakan mereka menyadari adanya insiden ini.

"Pemerintah Australai selalu prihatin bila ada korban jiwa dan luka," kata seorang jurubicara kementrian luar negeri kepada kantor berita AFP.

"Kami mengetahui bahwa Indonesia telah memerintahkan penyelidikan atas insiden ini," tambahnya.

Menyusul kejadian ini, ketua Komnas Ham, Ifdhal Kasim mengatakan ada dugaan kuat pelanggaran HAM oleh petugas kepolisian terkait penanganan aksi unjuk rasa ini.

Ifdhal mengatakan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh petugas kepolisian termasuk penembakan langsung ke arah kerumunan masa dengan peluru karet dan tajam.

Polisi telah menetapkan 47 tersangka termasuk tiga orang yang diduga penggerak aksi tersebut.

Aksi kekerasan di Sape ini berawal dari protes warga terhadap izin pertambangan emas yang dikeluarkan oleh Bupati Bima.

Aksi protes diantaranya dilakukan dengan menduduki Pelabuhan Sape di Bima Nusa Tenggara Barat sejak awal pekan lalu.

Polisi kemudian berupaya membubarkan aki tersebut pada hari Sabtu kemarin namun mendapat penolakan dari peserta unjuk rasa.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.