Ribuan mengungsi akibat banjir lahar Gamalama

Peta gunung berapi di Indonesia
Image caption Indonesia memiliki 400 gunung berapi dan 130 diantaranya masih aktif.

Lebih dari 1.400 orang mengungsi akibat banjir lahar dingin menyusul erupsi Gunung Gamalama di Desa Tubo dan Desa Tofure di Ternate.

Berdasarkan informasi dari Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB), banjir lahar dingin terjadi karena hujan yang terjadi sejak Selasa siang hingga malam hari sehingga Sungai Togorara dan Marikurubu meluap.

Tiga orang warga tewas tersapu lahar dingin. Mereka terdiri dari satu orang dewasa dan dua anak-anak.

Para pengungsi ditampung di aula sebuah gedung sekolah dan bekas kantor gubernur Maluku Utara. Evakuasi terhadap warga yang kehilangan rumah mereka terus dilakukan.

PVMBG Badan Geologi menyatakan status gunung tetap Siaga (level III). BNPB memberikan dana siap pakai Rp 500 juta untuk penanganan erupsi Gunung Gamalama dan Rp 300 juta untuk penanganan lahar dingin.

Badan ini juga mengatakan sosialisasi masyarakat mengenai potensi meningkatnya ancaman lahar dingin terus dilakukan.

Selain Gamalama, Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, juga meletus Selasa (27/12).

Dentuman dan getaran letusan dirasakan di pos pengamatan yang jaraknya hanya sekitar lima kilometer. Hingga saat ini status Lokon masih dinyatakan Siaga (level III). Masyarakat dinilai belum perlu mengungsi tapi diminta tetap waspada.

Berita terkait