PT KAI kumpulkan komunitas penumpang atap

krl
Image caption Penumpang atap KRL diancam hukuman penjara tiga bulan atau denda Rp15 juta.

PT Kereta Api Indonesia, PT KAI, hari ini Jumat (13/01/2012) akan mengumpulkan para penumpang kereta rel listrik yang sering naik ke atas atap gerbong.

Kepala Penertiban PT KAI Daops I, Ahmad Sujadi mengatakan ada 19 kelompok komunitas penumpang atap yang berhasil didata PT KAI.

''Mereka akan dikumpulkan di Stasiun Jakarta Kota, dan kami akan memutar video dokumentasi tentang bahaya naik ke atas atap gerbong, agar mereka sadar,'' kata Ahmad Sujadi.

Menurut data KAI, setidaknya tiga orang tewas setiap bulan akibat tersengat listrik atau jatuh dari atap kereta.

Sosialisasi ini merupakan cara terbaru yang dilakukan PT KAI guna menertibkan para penumpang atap. Sejumlah cara telah dilakukan seperti, memberi oli atap gerbong, menyemprot cairan berwarna sampai mengerahkan ustad untuk memberikan nasihat agama, tetapi para penumpang atap tetap tidak jera.

Dalam pertemuan kali ini PT KAI juga mengharapkan ada kesepakatan dengan para ''atapers''- sebutan penumpang yang naik ke atas atap gerbong.

"Kami akan berdiskusi dengan komunitas atapers, semoga ada kesepakatan agar mereka tidak lagi naik ke atas gerbong atau setidaknya berkurang,'' tambah Ahmad Sujadi.

Sanksi pidana

Dalam kesempatan pertemuan hari ini, PT KAI juga akan mengumumkan rencana sanksi pidana yang akan mulai diberlakukan pada tanggal 21 Januari mendatang.

''Kami akan meminta bantuan polisi untuk menangkap mereka yang masih nakal naik ke atas atap gerbong, mereka akan langsung dibawa ke kantor polisi setempat,'' ancam Ahmad Sujadi.

Ancaman hukumannya adalah tiga bulan penjara atau denda sebesar Rp 15 juta.

KRL Jabodetabek merupakan satu-satunya layanan kereta komuter bagi warga pinggiran kota Jakarta dengan jumlah penumpang pada tahun 2011 mencapai 450.000 penumpang perhari.

Harga tiket KRL AC atau Commuter Line termahal mencapai Rp7.000 sedangkan tiket ekonomi seharga RP2.000.

Kebanyakan para penumpang nekat naik keatas dengan alasan kereta penuh dan keterbatasan gerbong serta jadwal yang sering telat.

Dalam sehari KRL melayani 532 perjalanan keliling di Jabodetabek dan mulai mengurangi kereta ekonomi.

Berita terkait