Sebanyak 19 pengungsi Afghanistan dan Pakistan masih dicari

Terbaru  19 Januari 2012 - 18:47 WIB
Warga Afghanistan di Lumajang

Sebagian yang lari adalah yang selamat dari kecelakaan kapal di Trenggalek, Desember 2011.

Kepolisian Jawa Timur sudah menemukan 11 pengungsi Afghanistan dan Pakistan yang melarikan diri dari rumah penampunan imigrasi di Bangil, Pasuruan.

Cahyo Sejati, dari bagian Humas Kantor Wilayah Hukum dan HAM Jawa Timur mengatakan kepada BBC bahwa 19 lainnya masih dicari.

Sebanyak 30 imigran melarikan diri dari Rumah Detensi Imigrasi pada Senin, 16 Januari, melalui terowongan yang digali dengan menggunakan sendok makan.

"Itu menggali pakai sendok, sendok makan. Petugas kami pernah juga diancam kalau mendekat ke situ," kata Cahyo.

Para imigran yang melarikan diri ditempatkan di gereja dan musala yang berada di tempat penampungan tersebut.

"Penampungan kami tidak cukup, cuma ada empat kamar saja. Mereka di bawah pengawasan petugas, tapi petugas cuma tiga. Jumlah pegawai 16 sama pejabat dan sama kepalanya serta penjaga keamanan. Memang sumber daya manusia kurang untuk pengawasan di rumah detensi," tambah Cahyo.

"Itu menggali pakai sendok, sendok makan. Petugas kami pernah diancam juga kalau mendekat ke situ."

Cahyo Sejati

Mereka menggali terowongan yang lebarnya pas untuk satu tubuh manusia dan diperkirakan sudah melakukan penggalian sekitar seminggu.

Menunggu status

Sebagian dari pengungsi yang melarikan diri sudah ditampung di Bangil selama hampir setahun sehingga diperkirakan mengetahui situasi di tempat penampungan.

Namun terdapat juga warga Afghnistan dan Pakistan yang terdampar akibat kecelakaan kapal di Perairan Prigi, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Kapal berpenumpang sekitar 250 pengungsi itu dilaporkan dalam perjalanan Australia dan sedikitnya 51 orang tewas akibat kecelakaan tersebut.

Banyak warga asal Pakistan, Afghanistan, dan Iran yang melewati perairan Indonesia dalam perjalanan menuju Australia.

Di Indonesia, mereka menunggu kejelasan status dari badan pengungsi PBB (UNHCR) apakah sebagai pencari suaka politik atau pengungsi.

Pemerintah Indonesia tidak menandatangani konvensi PBB tentang pengungsi sehingga pengungsi yang terdampar di Indonesia akan ditempatkan di negara ketiga.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.