Kecelakaan lalin akibat pengusaha dan pemerintah lalai

Terbaru  12 Februari 2012 - 18:20 WIB
Kondisi jalan raya di Indonesia

Sepanjang 2011menurut Mabes Polri terjadi hampir 110 ribu kejadian kecelakaan lalu lintas.

Sepanjang hari Minggu (12/02), sedikitnya terjadi dua kecelakaan jalan raya yang melibatkan kendaraan angkutan berpenumpang dan menyebabkan sedikitnya dua orang tewas dan puluhan lain luka-luka.

Media nasional menulis di wilayah kecamatan Kadipaten, Kab Majalengka, Jawa Barat, sebuah bus pariwisata dari Bandung menuju Cirebon menyenggol sebuah kendaraan angkutan lain dari arah berlawanan.

Bus tersebut kemudian juga menabrak sebuah mobil sedan, truk, delman, dan sepeda motor. Akibatnya dua orang tewas dan 16 orang luka ringan dan berat.

Kecelakaan lain terjadi di KM27 jalan tol Jagorawi antara sebuah kendaraan pribadi dengan sebuah angkutan umum yang menuju Jakarta. Kecelakaan itu menyebabkan belasan orang luka ringan dan berat.

Padahal kecelakaan parah baru saja terjadi Jumat (10/02) di Cisarua, Puncak, Bogor, dimana 14 orang tewas dan 47 lainnya luka berat dan ringan setelah Bus Karunia Bakti menabrak sejumlah kendaraan pribadi, bus, serta melanggar sebuah warung bakso.

"Ini membuktikan ada yang salah, ada pembiaran kesalahan dalam manajamen transportasi di Indonesia," kata Sudirman, Ketua Organisasi Angkutan daerah Jakarta.

Menurut Sudirman unsur keselamatan angkutan jalan raya sangat tergantung pada empat hal yakni kemampuan pengemudi, kelaikan kendaraan, kondisi jalan serta penegakan hukum lalu lintas jalan raya.

"Yang sangat beruntun terjadi di Puncak, unsur sopir dan kendaraannya bermasalah, ini tanggung jawab pemilik kendaraan Karunia Bakti,"kata Sudirman mencontohkan.

Kedua unsur itu lolos dari perhatian menurut pengusaha pemilik angkutan truk kontainer ini karena pengusaha mengabaikan tahap rekrutmen untuk mendapat pengemudi yang cakap, sekaligus menekan uang perbaikan kendaraan dan peremajaan suku cadang sehingga kondisi mobil sebenarnya tak layak jalan.

Harapan agar aturan ditegakkan demi keselamatan pengguna jalan dan penumpang, menurutnya juga dikalikan aparat yang berwenang menggelar uji laik kendaraan dan uji emisi.

"Ada uji laik kendaraan (KIR) tetapi itu kerap tidak bisa diandalkan. Saya ini pengusaha mobil angkutan, jadi saya tahu persis ada faktor x yang terjadi,"lanjutnya kesal.

"Yang harus segera disini adalah pendisiplinan dan yang paling bertanggung jawab adalah pemerintah yakni Dirhubdar dan Ditlantas."

Sudah ada audit

Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Soeroyo Alimoeso membantah pihaknya melalaikan peran pendisiplinan aturan kelayakan kendaraan di jalan raya.

Saat ini uji kelaikan kendaraan dilakukan di jajaran dinas kabupaten dan kota, tetapi secara sistem menurut Soeroyo, jajarannya tetap mengawasi bagian yang harus dikendalikan.

"Jauh-jauh hari kita selalu lakukan mengingatkan pemerintah daerah kabupaten/kota agar ada pengawasan terhadap uji kelaikan. Tidak ada kompromi,"kata Soeroyo.

Kalau ada bukti bahwa penguji melakukan kelalian dnegan sengaja untuk meloloskan perusahaan tertentu, menurut Soeroyo akan ada tindakan tegas.

"Kompetensi penguji akan ditinjau kembali, izinnya akan dicabut,"janji Soeroyo.

"Sumber Kencono 9 Februari masih ada kasus (kecelakaan), padahal sudah berapa kali? Organda sendiri sudah usulkan untuk dicabut izinnya"

Sudirman

Namun janji itu diragukan Sudirman. Ia mencontohkan berlarutnya kasus kecelakaan yang berkali-kali menimpa bus Sumber Kencono yang beroperasi antar provinsi di Jawa Tengah dan Timur.

"Sumber Kencono 9 Februari masih ada kasus (kecelakaan), padahal sudah berapa kali? Organda sendiri sudah usulkan untuk dicabut izinnya."

Sementara menurut Ditjen Perhubungan Darat, dalam kasus itu justru Sumber Kencono adalah korban kecelakaan.

"Tidak oleh kendaran itu sendiri, Sumber Kencono itu ditabrak oleh kendaraan lain. SK itu dua sampai tiga kali setahun kita audit, kendaraannya bagus baik, kendaraan baru,"bantah Dirjen Soeroyo Alimoeso.

Meski demikian baik kasus Sumber Kencono, kecelakaan Cisarua maupun Majalengka, Soeroyo menjanjikan pihaknya akan mendengarkan dengan seksama hasil penyelidikan kecelakaan yang digelar oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Kita cari penyebabnya. Kita sudah audit tiap tahun, akan kita lihat penyebabnya (kali ini). Mungkin kompetensi pengemudinya yang harus dipertanyakan, itu bukan di wilayah kami," tambahnya menekankan bahwa kompetensi pengemudi adalah wewenang aparat kepolisian.

Rentetan kecelakaan jalan raya yang melibatkan kendaraan umum dan pribadi di jalan raya menurut mabes Polri sepanjang tahun lalu sudah mengakibatkan 31.185 orang meninggal dunia.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.