SBY: Saya tak akan non aktifkan Anas

Terbaru  5 Februari 2012 - 18:23 WIB
SBY

Susilo Bambang Yudhoyono masih menunggu proses hukum sebelum jatuhkan keputusan.

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam juimpa pers di kediamannya, Minggu (5/2) menegaskan tidak akan menonaktifkan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum.

Nama Anas Urbaningrum belakangan semakin sering dikait-kaitkan dengan kasus suap pembangunan Wisma Atlet yang melibatkan mantan bendahara umum Mohammad Nazarudin.

"Disebut-sebut belakangan ini perihal Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, bersalah atau tidak," kata Yudhoyono.

"Inilah yang dari hari ke hari selalul diramaikan sehingga memiliki efek samping menurunnya dukungan publik bagi Partai Demokrat," lanjut Yudhoyono.

Meski demikian, Yudhoyono menegaskan, proses hukum masih berjalan sehingga dirinya menunggu tuntasnya proses hukum sebelum mengambil keputusan.

"Saya katakan tidak ada penonaktifan saudara Anas Urbaningrum sebagai Ketua Partai Demokrat. Kenapa? Karena proses hukum di KPK masih berlangsung. Kita pegang azaz praduga tak bersalah," papar Yudhoyono.

Namun bagi kader yang sudah ditetapkan menjadi tersangka maka Yudhoyono menambahkan yang bersangkutan pasti diberhentikan dari kepengurusan DPP.

"Jangankan tersangka, melanggar kode etik pun kita akan berikan sanksi. Masyarakat bisa ikuti sanksi yang kami berikan," ujarnya.

Hingga saat ini kasus wisma atlet telah menyeret dua kader Demokrat, M Nazarudin dan Angelina Sondakh.

Nazarudin sudah menyandang status sebagai terdakwa dalam kasus ini sementara Angelina akhir pekan lalu baru ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Popularitas menurun

Soal menurunnya popularitas Partai Demokrat terkait berbagai kasus dugaan korupsi yang menjerat sejumlah kadernya, Yudhoyono tidak menampiknya.

Sehingga, para pendiri dan kader-kader partai meminta agar Yudhoyono lebih aktif menyelesaikan kemelut yang muncul di dalam tubuh partai.

"Kader juga meminta pembersihan atas kader-kader yang merusak nama baik partai, dimanapun termasuk yang ada di DPR bisa dijalankan," tambah dia.

"Saya katakan tidak ada penonaktifan saudara Anas Urbaningrum sebagai Ketua Partai Demokrat. Kenapa? Karena proses hukum di KPK masih berlangsung. Kita pegang azaz praduga tak bersalah."

Susilo Bambang Yudhyono

Para kader di daerah juga meminta Partai Demokrat bisa berkomunikasi dengan KPK tentang berbagai masalah ini.

"Berkomunikasi soal proses hukum bukan yang ada di luar proses hukum itu," tambah Yudhoyono.

Meski mengakui sejumlah kader saat ini terlibat masalah hukum, Yudhoyono juga menegaskan terdapat upaya berlebihan untuk menghancurkan Partai Demokrat.

"Saya harus menyemangati kader. Hadapi, jangan mengelak, jangan lari, jangan tiarap," tegasnya.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.