Perundingan dengan Napi Kerobokan berakhir

tni_bali_kerobokan Hak atas foto Reuters
Image caption Pasukan TNI ikut mengendalikan keamanan di penjara Kerobokan.

Perundingan yang melibatkan pejabat pemerintah dari Kementerian Hukum dan HAM, Polisi dan TNI dengan narapidana penjara Kerobokan telah berakhir.

Aparat mengklaim telah berhasil meminta sejumlah narapidana kembali ke sel mereka, termasuk diantaranya belasan orang yang dinggap sebagai provokator kunci terjadinya rusuh di Kerobokan dalam dua hari terakhir.

Menurut Kepala Divisi Humas Polda Bali, Kombes Pol Hariyadi, perundingan juga bertujuan untuk memindahkan sebagian narapidana ke lokasi lain guna mengurangi kepadatan penjara Kerobokan yang dihuni sekitar 1050 orang.

"Perundingan sudah berakhir dengan cara-cara damai dan Napi sudah kembali ke tempat semula," kata Kombes Hariyadi.

"Mediasi tadi antara lain memang untuk mengurangi kapasitas lapas yang begitu besar, dibanding dengan kapasitas yang seharusnya dimuat."

Penjara Kerobokan sendiri seharusnya hanya memuat sekitar 300 narapidana.

Namun menurut Hariyadi banyak narapidana yang tidak ingin dipindahkan dari penjara Kerobokan.

"Sudah ditawarkan dan ada sekitar 100-200 orang saja (yang bersedia), sebagian lain mereka nggak mau."

Menolak dipindah

Keterangan lain menyebutkan bahwa napi asing merasa aman berada di penjara Kerobokan.

"Napi asing tidak ingin dipindahkan, karena merasa tidak ada ancaman dari Napi lokal," kata Kepala Penerangan Daerah Militer IX/Udayana Kolonel Wing Handoko.

Pernyataan ini sekaligus dibuat Handoko sebagai koreksi terkait pernyataannya sebelumnya yang menyebut sebagian Napi asing digunakan sebagai sandera dalam dampak lanjutan insiden kerusuhan yang terjadi pada Selasa (21/02) malam lalu.

"Bukan disandera, mungkin karea posisinya di dalam dan tidak keluar jadi seolah-olah disendera."

Dia memastikan saat ini pihak keamanan sudah memegang kendali keamanan di penjara Kerobokan.

"Kemamanan sudah dipegang kendalinya, tinggal teknisnya soal pertimbangan apakah akan evakuasi semua atau sebagian."

Sejauh ini penyebab kerusuhan di penjara Kerobokan menurut Kepolisian Indonesia adalah karena keluhan narapidana tentang kapasitas penjara yang telah melewati batas maksimal penjara tersebut.

Penjara Kerobokan saat ini menampung narapidana dari berbagai kasus kejahatan seperti pembunuhan, pemerkosaan dan penyalahgunaan obat terlarang.

Berita terkait