Indonesia targetkan perbanyak energi baru pada 2050

Terbaru  7 Maret 2012 - 20:42 WIB
Panel surya

Salah satu sumber energi baru dan terbarukan yang bisa dikembangkan adalah sinar matahari.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan Indonesia pada 2050 mendatang berupaya memaksimalkan penggunaan energi baru dan terbarukan sebagai pasokan energi nasional.

Upaya memaksimalkan energi baru dan terbarukan ini dituangkan dalam kebijakan energi nasional yang menjangkau kebijakan nasional hingga 2050. Rancangan kebijakan ini sudah hampir rampung dikerjakan Dewan Energi Nasional, DEN.

"Arahnya begini, minyak makin lama peranannya makin kurang. Pada 2025 menurun dibanding sekarang dan pada 2050 menurun lagi," kata Jero Wacik usai mengikuti rapat paripurna DEN, di Jakarta, Selasa (7/3).

"Minyak makin kurang peranannya karena semakin langka dan semakin mahal," lanjut Jero yang juga adalah kepala DEN.

Sementara gas, tambah Jero, akan semakin banyak digunakan karena Indonesia memiliki cadangan gas alam yang sangat besar.

"Selain gas, batu bara juga akan semakin meningkat peranannya pada 2025 dan 2050," tegas Jero.

Energi baru

"Pada 2025 setidaknya 25% (menggunakan) energi baru dan terbarukan. Pada 2050 sekitar 40% energi baru dan terbarukan. Saya kira ini bukan mimpi."

Jero Wacik

Lebih lanjut Jero memaparkan salah satu sumber energi yang paling meningkat pesat nantinya adalah energi baru dan terbarukan.

"Seperti misalnya 28 titik geotermal bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan saja setidaknya menghasilkan 7.000 MW kandungannya," ujar Jero.

Jika sumber energi seperti gas, geotermal dan sumber energi baru lainnya bisa dipacu, maka biaya produksi energi bisa ditekan.

"Sekarang untuk menghasilkan listrik banyak pembangkit kita yang menggunakan solar atau premium. Itu mahal sekali," papar Jero.

Jero meyakini penggunaan energi baru dan terbarukan sudah dirintis mulai saat ini maka setidaknya separuh dari pasokan energi nasional berasal dari sumber energi baru dan terbarukan.

"Pada 2025 setidaknya 25% (menggunakan) energi baru dan terbarukan. Pada 2050 sekitar 40% energi baru dan terbarukan. Saya kira ini bukan mimpi," tegasnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.