FBI tangkap WNI penjual anggur palsu

Terbaru  9 Maret 2012 - 14:33 WIB
Minuman anggur

Rudy Kurniawan disebut-sebut mulai terkenal pada 2006 karena keberaniannya membeli anggur tua.

Seorang warga negara Indonesia yang dikenal sebagai jutawan dan kolektor anggur di Pantai Barat AS ditangkap agen federal FBI Kamis (09/03) dengan tuduhan menjual anggur palsu.

Harian lokal LA Times menulis bahwa Kurniawan berusaha menjual anggur jenis French Burgundy senilai US$1,3 juta dolar (Rp 11,8 miliar).

Ia ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya di kawasan mewah Arcadia oleh sejumlah agen FBI yang sudah menyelidikinya selama bertahun-tahun.

Dalam lembar tuntutan oleh Kantor Jaksa Wilayah di Manhattan, Kurniawan didakwa karena menjual anggur vintage palsu antara 2007-2012.

Salah satu kasus itu terjadi pada 2008, ia diduga menjual 84 botol anggur palsu senilai US$ 600.000 yang ia klaim dibuat oleh kilang anggur Domaine Ponsot di Prancis pada 1929, meski kilang itu baru memproduksi anggur pada 1934.

Anggur vintage atau anggur berusia tua dan langka banyak diburu oleh kolektor di seluruh dunia dan harganya bisa mencapai miliaran rupiah.

"Ia terlibat dalam kasus-kasus pemalsuan terkait bisnis anggur yang dijalankannya, termasuk berusaha menjual anggur palsu, yang harganya jika asli adalah $1,3 juta," kata jaksa wilayah dalam pernyataan resminya.

Penulis dan konsultan anggur Yohan Handoyo mengatakan Kurniawan mulai dikenal pada 2006 karena keberaniannya mengeluarkan uang tidak sedikit untuk membeli anggur tua.

"Ia mengagetkan banyak kolektor di AS karena pada 2006 ia membeli 24 botol anggur Bordeaux seharga US$ 75.000 dan ia diduga menghabiskan US$ 1 juta setiap bulan untuk berbelanja wine," kata Handoyo pada Pinta Karana dari BBC.

"Ia membeli 24 botol anggur seharga US$ 75.000"

Yohan Handoyo, Konsultan Wine

'Pemberontak'

Majalah Vogue pada 2008 menulis Kurniawan sebagai 'Man with the Deepest Cellar' yang merupakan gelar kehormatan dan pengakuan sebagai kolektor anggur dengan jumlah koleksi terbanyak.

Meski dikenal sebagai jutawan yang "selalu mengenakan kaos oblong dan jeans tapi mengendarai Bentley atau Ferrari hitam di sekitar LA County," tidak banyak yang tahu bagaimana Kurniawan mendapatkan kekayaannya.

"Rudy ini memang 'lucu' dalam salah satu interview ia mengatakan ia lahir dari keluarga kaya tapi bagi keluarganya yang merupakan keturunan Cina ia dikenal sebagai pemberontak," kata Handoyo.

Menurut Handoyo pelaku pemalsuan wine biasanya menggunakan dua modus.

"Modus pertama dilakukan justru oleh para produsen yang tidak bertanggung jawab dengan cara menggunakan jenis anggur yang tidak diperbolehkan atau mencampur wine mereka dengan lebih banyak anggur kualitas rendahan.

"Modus kedua selalu dilakukan oleh para bajingan yang mengejar untung besar dari harga wine yang belakangan ini meroket gila-gilaan. Mereka memalsu apa saja yang bisa dipalsu dari produsen fine wine di pasaran," kata Handoyo.

Kurniawan merupakan salah satu pemain kunci dalam bisnis anggur dunia dan ia diyakini memiliki pengaruh besar untuk menentukan fluktuasi harga anggur di seluruh dunia karena kegemarannya memborong anggur-anggur tua dalam jumlah besar.

"Sejak ia muncul, harga anggur langka menjulang dan semakin banyak pembeli super kaya yang bersaing untuk mendapatkan anggur tua dan langka sehingga pasar anggur tua langsung meledak," tulis harian LA Times pada 2006.

Kurniawan mau pun pengacaranya belum bisa dimintai komentar. Ia saat ini mendekam di penjara hingga pengadilan menentukan besar jaminan atas dirinya pekan depan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.