Tersangka teroris diduga akan serang Bali

Terbaru  19 Maret 2012 - 14:43 WIB
Polisi Bali

Polisi menjaga lokasi penggrebekan tersangka teroris di Sanur, Bali.

Polisi mencurigai lima tersangka teroris yang tewas ditembak di Bali berencana melakukan perampokan serta berniat melakukan aksi serangan terhadap sebuah kafe setempat.

Kepala Divisi Humas Kepolisian Indonesia, Irjen Pol Saud Usman Nasution mengatakan dalam penggeledahan di lokasi penginapan para tersangka, ditemukan sejumlah peta yang diduga akan menjadi sasaran perampokan aksi kelompok ini serta peta lokasi sebuah kafe.

"Ada beberapa target mereka: ada money changer, kafe dan toko emas," kata Saud Usman Nasution.

"Jelas mereka akan melakukan serangan di Bali, target pertamanya mereka akan melakukan fa'i (tindakan kriminal untuk mencari modal perjuangan) dulu untuk melakukan serangan."

"Untuk kafe kan tidak mungkin dilakukan fa'i, apa yang mau dirampok dari kafe."

Saud menolak menyebutkan nama dan lokasi kafe yang menjadi sasaran penyerangan kelompok ini emski dia tak membantah saat ditanya apakah kafe tersebut kerap dikunjungi warga asing yang tengah berada di Bali.

"Kafe di Bali ini kan pasti memang banyak dikunjugi orang asing."

Namun sejumlah laporan menyebutkan para tersangka sempat melakukan survei terhadap sejumlah tempat yang akan menjadi sasaran perampokan dan serangan mereka.

Beberapa lokasi diantaranya adalah toko mas Uluwatu, Bali Money Changer, dan Cafe Lavida Loca.

Jaringan baru

Polisi sebelumnya sudah menyebut setidaknya sebagian tersangka terkait jaringan perampok bank CIMB di Medan, Agustus tahun 2010, namun Saud nasution menolak mengatakan nama jaringan para tersangka di Bali ini.

"Saya kira ngga perlu kami sampaikan mau dari kelompok mana mereka yang penting mereka terkait dalam kegiatan ini dan juga berasal dari kelompok Bank CIMB Niaga yang sudah mengembang."

"Ini artinya satu orang bisa mengembangkan kelompok baru yang penting saling terafiliasi."

"Untuk kafe kan tidak mungkin dilakukan fa'i apa yang mau dirampok dari kafe"

Saud Usman Nasution

Berdasarkan data yang dilansir oleh kepolisian diketahui salah satu tersangka pelaku yang tewas di Bali berinisial, HN, masuk dalam daftar buruan polisi karena terlibat perampokan Bank CIMB Medan.

Saud mengatakan ada enam atau tujuh orang yang terkait pelaku perampokan Bank CIMB Niaga yang masih dalam status pengejaran polisi.

Dalam siaran pers yang diterima BBC, Markas Besar Kepolisian Indonesia menyebutkan lima orang tersebut ditembak mati saat akan melakukan aksi teror dan perampokan terhadap sebuah lokasi penukaran mata uang serta toko emas di beberapa tempat di Bali.

Penembakan polisi terhadap para tersangka pertama terjadi berlangsung di Jl. Gunung Soputan Denpasar dengan tersangka HN, berusia 32 tahun diketahui berasal dari Bandung, Jawa Barat.

Tersangka kedua dengan inisial AG berusia 30 tahun tinggal di Jimbaran.

Sementara di lokasi penembakan kedua di Jl. Danau Poso, Sanur, polisi menembak mati UH alias Kapten, DD 27 tahun asal Bandung Jawa barat dan M alias Abu Hanif, 30 tahun asal Makassar.

Dalam penyergapan yang berlangsung pada Minggu malam itu polisi mengatakan menemukan sejumlah barang bukti termasuk dua pucuk senjata api jenis FN (satu dari tersangka di Soputan dan satu lainnya dari tersangka di Jl. Danau Poso), dua magasin dan 48 butir peluru kaliber 9 mm.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.