Presiden SBY kunjungi Cina dan Korsel

Terbaru  22 Maret 2012 - 10:52 WIB
SBY dan Ban Ki-moon

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekjen PBB Ban Ki-moon di Istana Bogor.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (22/3) bertolak menuju Cina, Hong Kong dan Korea Selatan untuk melakukan serangkaian kunjungan kerja.

Sebelum bertolak, Presiden Yudhoyono menggelar jumpa pers untuk menjelaskan maksud dan tujuannya berkunjung ke tiga negara itu.

Dalam penjelasannya, Presiden mengatakan kunjungannya ke Beijing, Cina adalah untuk memenuhi undangan Presiden Hu Jintao dan PM Wen Jia Bao.

Kunjungan ke Cina ini, akan dimanfaatkan Presiden untuk memperat hubungan bilateral khususnya di bidang ekonomi.

"Saya akan bicarakan upaya peningkatan hubungan bilateral ini dengan pemerintah Cina dan kalangan lain termasuk dunia usaha," kata SBY.

Menurut presiden, hubungan ekonomi antara Cina dan Indonesia selama ini menghasilkan keuntungan bagi kedua negara.

Setelah dua hari kunjungan di Beijing, rombongan Presiden Yudhoyono akan melanjutkan kunjungan ke Hong Kong.

Penegakan hukum

Di Hong Kong, Presiden Yudhoyono dijadwalkan bertemu dengan pemerintah Hong Kong untuk meningkatkan kerja sama di bidang penegakan hukum.

"Selama ini kerja sama bidang hukum antara Indonesia dan Hong Kong berlangsung sangat bagus," kata Yudhoyono.

"Hong Kong sangat koperatif dalam mengembalikan aset-aset Indonesia yang dibawa ke luar negeri, lalu adanya mutual legal assistance, atau apapun yang diperlukan," tambah presiden.

Presiden mengatakan upaya pengembalian aset di bawah skema STAR (Stolen Asset Recovery) dengan sejumlah negara Eropa atau Asia seringkali terbentur banyak masalah.

"Tetapi dengan Hong Kong sangat mudah, dan saya sangat berterima kasih. Sehingga kami akan tingkatkan kerja sama ini ke depan," tegasnya.

Indonesia juga akan mempelajari upaya-upaya Hong Kong memberantas korupsi dengan efektif yang banyak menuai pujian dunia internasional.

KTT Nuklir

"Pendek kata urusan nuklir ini harus dibicarakan secara global, jangan sampai generasi masa depan dihantui oleh nuklir yang digunakan tidak tepat. Nuklir seharusnya memberi manfaat dan memberi solusi kehidupan."

Susilo Bambang Yudhoyono

Di akhir kunjungannya, Presiden Yudhoyono akan menuju Seoul, Korea Selatan untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi keselamatan nuklir yang dihadiri 59 negara.

Presiden mengatakan Indonesia memang diundang untuk datang karena perannya tahun lalu sebagai ketua ASEAN dan tuan rumah KTT Asia Timur di Bali.

"Salah satu poin penting di East Asia Summit waktu itu adalah perlunya upaya global untuk mencegah pengembangan senjata nuklir dan pelucutan senjata nuklir yang sudah ada," kata Yudhoyono.

Soal perlucutan senjata nuklir, lanjut Yudhoyono, hingga saat ini memang belum sesuai harapan dan berjalan dengan sangat lambat.

"Dalam diskusi saja dengan Sekjen PBB di Istana Bogor, kami sama-sama tidak puas dengan labannya proses perlucutan persenjataan nuklir," kata presiden.

Dalam KTT itu juga akan dibahas standar keamanan penggunaan nuklir terutama setelah krisis nuklir Jepang usai terjadinya gempa dan tsunami.

"Pendek kata urusan nuklir ini harus dibicarakan secara global, jangan sampai generasi masa depan dihantui oleh nuklir yang digunakan tidak tepat. Nuklir seharusnya memberi manfaat dan memberi solusi kehidupan," tandas presiden.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.