Korban flu burung bertambah

Terbaru  27 Maret 2012 - 13:28 WIB
Unggas

Penyebaran flu burung terjadi melalui kontak langsung manusia dengan unggas yang terinfeksi

Seorang pekerja konstruksi berusia 17 tahun meninggal akibat flu burung di Lombok, dan merupakan korban keenam pada tahun ini, seperti disampaikan oleh Kementerian Kesehatan.

Seperti diberitakan AFP, laki-laki ini mengalami demam pada 28 februari lalu dan dibawa ke rumah sakit lokal lima hari kemudian, dan meninggal pada 9 Maret, seperti disampaikan oleh Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang, Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, Rita Kusriastuti.

"Hasil pemeriksaan laboratorium memastikan bahwa dia positif flu burung," kata Rita kepada AFP, dia mengatakan laki-laki itu terkena H5N1.

Virus berasal dari unggas yang berada di sekitar rumah korban. "Beberapa bebek dan ayam di sekitar tempat tinggalnya mati karena flu burung, yang juga sudah diketahui dari pemeriksaan laboratorium," kata dia.

Korban bertambah

Kekhawatiran mengenai flu burung ini meningkat di Asia sejak Cina melaporkan kasus kematian akibat flu burung pada Desember lalu, kasus yang pertama kali terjadi sejak 18 bulan terakhir.

Sejak itu, flu burung juga menyebabkan satu orang lagi meninggal di Cina.

Beberapa waktu terakhir, Vietnam dan Kamboja juga melaporkan kasus kematian akibat flu burung dan penyebaran H5N1 pada unggas di Hong Kong, yang kemudian dilakukan pemusnahan massal.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah korban flu burung yang cukup besar, menurut data terakhir Badan Kesehatan Dunia WHO, 156 orang tewas sejak 2003, belum termasuk korban terakhir.

Virus ini menyebar dari unggas ke manusia melalui kontak langsung, tetapi para ahli khawatir virus itu dapat bermutasi dari manusia ke manusia.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.