DPR putuskan harga BBM bersubsidi tak naik 1 April

Terbaru  30 Maret 2012 - 22:50 WIB
polisi dpr

Polisi menjaga Gedung DPR tempat sidang kenaikan BBM dilakukan

DPR akhirnya memutuskan harga BBM bersubsidi tidak naik per 1 April nanti. Keputusan diambil setelah rapat paripurna di skors selama lebih dari 6 jam.

Dalam rapat paripurna DPR yang berlangsung sampai sabtu (31/3) dini hari memutuskan tidak ada kenaikan harga BBM pada 1 April nanti.

Selain itu pemerintah menambahkan ayat 6a pada pasal 7 UU APBN-P 2012, yang memungkinkan pemerintah menaikan atau menurunkan harga BBM bersubsidi jika harga rata-rata minyak mentah Indonesia ICP mengalami kenaikan atau penurunan hingga lebih 15 persen dari asumsi APBN-P sebesar US$105 per barel, dalam kurun waktu enam bulan.

Dengan keputusan itu pemerintah dapat menaikan atau menurunkan harga BBM bersubsidi tanpa harus meminta persetujuan DPR.

Sebelumnya, rapat paripurna masih diskors karena sejumlah fraksi masih melakukan lobi yang sudah berjalan lama untuk menentukan parameter fluktuasi harga minyak mentah Indonesia, ICP, yang diusulkan untuk masuk dalam pasal 7 ayat 6A.

Fraksi- Fraksi yg tergabung dalam koalisi Partai Golkar, PKS, PKB, PAN, mengusulkan tidak ada kenaikan BBM, sementara PPP meminta pemerintah menunda kenaikan pada 1 April 2012.

Tetapi, disisi lain mereka mengusulkan penambahan ayat 6A dalam pasal 7 RAPBN 2012, untuk memberikan fleksibilitas kepada pemerintah.

Usulan pasal 6A, pemerintah diberikan kewenangan untuk menyesuaikan harga BBM jika harga minyak mentah Indonesia berfluktuasi dengan parameter tertentu.

Fraksi Partai Golkar mengusulkan 15%. PAN juga mengusulkan 15%. Sementaradari PKS 20%, PKB 17,5%, PPP usul 10%.

Sementara Partai Demokrat mengusulkan 5 persen, sehingga harga BBM dapat langsung naik, jika APBN 2012 disahkan.

'Tidak ada kenaikan tahun ini'

Dalam asumsi dasar harga minyak 2012, dipatok sebesar US$105 per barel. Sementara dalam 30 hari terakhir harga minyak berkisar US$115-120 per barel, atau lebih tinggi 9, 5 sampai 14,3% dari asumsi dasar.

Fraksi PDI Perjuangan, Gerindra dan Hanura, menolak kenaikan harga BBM dan menolak perubahan pasal 7 ayat 6 yang menyebutkan tidak ada kenaikan BBM tahun ini.

Tiga fraksi ini juga menyetujui subsidi energi sebesar Rp.266 triliun dengan rincian subsidi BBM senilai Rp178 triliun, subsidi listrik senilai Rp65 triliun, dan cadangan risiko fiskal energi Rp.23 triliun.

Sementara, pemerintah mengusulkan harga BBM bersubsidi naik Rp.1.500 menjadi Rp.6.000 per 1 April mendatang.

Sejumlah unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM terjadi disejumlah daerah selama pekan ini. Jumat malam (30/03), polisi menembakan gas air mata ke arah ribuan orang yg berunjukrasa di depan gerbang gedung DPR.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.