Pengiriman TKI ke Malaysia ditunda Juni

Terbaru  2 April 2012 - 14:27 WIB
calon TKI

PRT asal Indonesia yang akan bekerja di Malaysia harus lolos pelatihan 21 hari.

Pemerintah Indonesia menunda rencana pembukaan pintu pengiriman kembali pekerja rumah tangga ke Malaysia.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia mengatakan pengiriman kembali PRT asal Indonesia ke Malaysia paling cepat bisa dilakukan pada awal Juni.

"Terjadi ketidaksiapan dari pihak Malaysia karena jumlah agen yang ada disana terus berubah," kata Juru Bicara Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dita Indah Sari kepada Andreas Nugroho dari BBC Indonesia.

"Mereka tidak konsisten karena jumlah agen berubah dari 122 kemudian 270, jadi 5 kemudian jadi 38 agen. Ini kan menyulitkan kalau misalnya kita sudah bekerja sama dengan agen A, tiba-tiba kemudian agen itu dihapus."

Keberadaan agen penyalur tenaga kerja di Malaysia sangat penting karena mereka merupakan mitra dari agen perekrut tenaga kerja di Indonesia.

Pemerintah kata Dita menginginkan agar alur kerjasama antara agen perekrut kerjasama di Indonesia dengan yang berada di Malaysia jelas hubungannya.

"Karena memang dari pihak Malaysia menyatakan ada 38 (agen) yang siap, maka kita minta komitmen mereka agar tidak ada pengurangan lagi."

Dengan perhitungan semacam ini Dita mengatakan paling cepat pemberangakatan tenaga kerja baru bisa dilakukan awal Juni.

Latihan kerja

Dita juga mengatakan sejumlah kesepakatan telah tercapai seperti soal hak libur dan penyimpanan paspor yang dipegang oleh tenaga kerja Indonesia.

"Semua itu sudah tidak jadi masalah," kata mantan politisi Partai Rakyat Demokratik ini.

Saat ini kata ada sekitar 600 pekerja sektor rumah tangga yang siap diberangkatkan oleh 177 Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).

"Terjadi ketidaksiapan dari pihak Malaysia karena jumlah agen yang ada disana terus berubah"

Dita Indah Sari

Para pekerja rumah tangga ini hanya bisa berangkat ke Malaysia melalui 177 perusahaan penyalur, yang kebanyakan berada di Jakarta.

Mereka juga harus lolos pelatihan 200 jam atau selama kurang lebih 21 hari ditambah dengan pemeriksaan kesehatan dan tes pskologi.

Dita mengatakan pemerintah akan membatasi kuota pengiriman tenaga kerja dari setiap perusahaan penempatan tenaga kerja.

"Sekali pengiriman hanya boleh seratus orang tenaga kerja Indonesia."

Keberadaan PJTKI kini diseleksi lebih ketat oleh pemerintah, janji Dita, setelah pemerintah Indonesia memberlakukan moratorium pengiriman tenaga kerja ke Malaysia pada pertengahan 2009 akibat ribuan kasus yang menimpa pekerja Indonesia disana.

Sepanjang moratorium Indonesia merunding ulang sejumlah kesepakatan mencakup kontrak kerja, gaji, metode pembayaran gaji, hak libur dalam seminggu, penyimpanan paspor, agen perekrutan, biaya penempatan, kompetensi pelatihan, penyelesaian perselisihan, visa, serta perekrutan langsung.

Tema-tema ini kerap dianggap sebagai sumber masalah dalam kasus yang menimpa TKI Indonesia di Malaysia terdahulu.

Di Malaysia saat ini diperkirakan terdapat sedikitnya 1,5 juta pekerja asal Indonesia, belum termasuk mereka yang masuk negeri itu secara ilegal.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.