Menteri Kesehatan mengundurkan diri

menkes endang rahayu sedyaningsih
Image caption Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih usai dilantik pada 2009

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menyampaikan pengunduran diri kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono karena sakit kanker yang dideritanya.

Yudhoyono mengumumkan kabar tersebut usai menjenguk Endang di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, Kamis (26/04).

"Ibu Endang beberapa waktu lalu secara resmi memintakan pengunduran diri beliau kepada Saya. Tujuannya supaya bisa konsentrasi untuk kesehatan beliau," kata Yudhoyono.

"Saya terharu tetapi saya harus menghormati bahwa beliau harus berkonsentrasi untuk pengobatan yang sedang dilakukan dan saya setujui pengunduran diri beliau," kata dia.

Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti akan mengambil alih tugas-tugas menteri.

Endang bertugas di Kabinet Indonesia Bersatu II sejak 22 Oktober 2009. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes sejak 2007.

Ia memperoleh gelar sarjana pada tahun 1979 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan melanjutkan spesialisasi Kesehatan Masyarakat di Harvard School of Public Health di Boston, Amerika Serikat tahun 1992. Program doktor dia ambil di bidang dan kampus yang sama dan lulus pada 1997.

Tim dokter masih memantau kondisi Menteri Endang, yang sejak Oktober 2010 dideteksi menderita kanker paru dan telah menjalani pengobatan selama kurang lebih satu setengah tahun di dalam dan di luar negeri.

Selama ini Endang antara lain menjalani terapi radiasi lokal dan bedah beku untuk mengobati kanker secara lokal serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Ia menjalani perawatan di RSCM karena merasa nyeri. Tim dokter menyimpulkan ia memerlukan pengobatan berupa radioterapi atau radiasi secara serial.

"Saya mendoakan ada kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga beliau bisa sembuh seperti sedia kala dan saya yakin selain pengobatan dan treatment yang dilaksanakan all out, selalu ada kebesaran Allah SWT," kata Yudhoyono.

Berita terkait