Nunun divonis 2,5 tahun penjara

Terbaru  9 Mei 2012 - 14:44 WIB
Nunun

Nunun Nurbaeti terbukti bersalah melakukan penyuapan dalam proses pemilihan DGS BI tahun 2004.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan hukuman dua setengah tahun penjara kepada terdakwa kasus suap dalam proses pemilihan Deputi Gubernur Seniao Bank Indonesia tahun 2004, Nunun Nurbaeti.

"Menghukum dengan pidana penjara selama dua tahun enam bulan dan denda sebesar seratu lima puluh juta rupiah dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar akan diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan," kata Ketua Majelis Hakim, Sudjatmiko dalam sidang yang berlangsung pada Rabu (09/05) siang.

Hakim menilai Nunun terbukti melakukan penyuapan seperti yang diatur dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang hukuman maskimalnya adalah lima tahun.

"Menimbang bahhwa terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang diatur dan diancam pidana pasal 5 ayat 1 huruf b UU Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi."

Lebih ringan

Vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi hari ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menghendaki hukuman penjara empat tahun dan denda 200 juta rupiah atau diganti dengan hukuman empat bulan penjara.

Laporan Wartawan BBC Indonesia, Sri Lestari menyebutkan baik Jaksa Penuntut Umum maupun Nunun Nurbaeti menyatakan pikir-pikir terhadap vonis yang dibacakan hakim hari ini.

Sebelumnya sejumlah anggota Komisi Keuangan DPR Periode 1999-2004 diduga menerima suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI yang memenangkan Miranda S Goeltom pada 2004 lalu, dan sebagian di antaranya telah menjalani hukuman penjara.

Sejumlah pemerhati persoalan Korupsi berharap sidang kasus perkara ini mampu mengungkap siapa yang mendanai pemberian cek terhadap sejumlah anggota DPR dalam kasus suap ini.

Sebelum dimajukan ke pengadilan, istri mantan Kapolri ini sempat melarikan diri ke sejumlah negara sebelum akhirnya ditangkap di Bangkok, Thailand.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.