Politisi Partai Aceh tewas ditembak

Hak atas foto 1
Image caption Pemilukada Aceh telah berakhir, namun kasus kekerasan kembali terulang di Aceh.

Politisi Partai Aceh dan seorang pengusaha tewas ditembak orang tidak dikenal, pada Selasa (15/05) malam di sebuah wilayah di Kabupaten Bireun, Aceh.

Juru bicara Polda Aceh Komisaris Besar Gustav Leo mengatakan, korban tewas ditembak saat mengendarai mobil dalam perjalanan dari Banda Aceh ke Lhokseumaweh.

Adapun pelakunya, lanjut Gustav, juga naik kendaraan roda empat.

"Pelaku dengan kendaraan Avanza menyalip (kendaraan korban), (dan) terjadi tembakan berondongan sebanyak tujuh kali," kata Gustav Leo kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, melalui telepon, Rabu (16/05) pagi.

Menurutnya, dua korban tewas merupakan satu keluarga.

"Korban merupakan anggota Partai Aceh di wilayah Kabupaten Lhokseumaweh, sedangkan korban lainnya seorang pengusaha," jelasnya.

Warga Aceh bertanya

Polda Aceh sejauh ini masih memeriksa saksi mata serta mengejar pelaku kasus penembakan ini.

"Dari hasil ini, kita mencoba mengevaluasi dan menganalisa, apakah ini betul dilakukan terkait persoalan kelompok atau motif lainnya", tandasnya.

Gustav Leo mengaku, terulangnya kembali kasus kekerasan di Aceh ini akan membuat warga Aceh bertanya-tanya tentang kondisi keamanan wilayahnya setelah pemilkada Aceh berakhir.

Namun dia meminta agar masyarakat menunggu hasil penyelidikan polisi untuk memastikan latar belakang kasus ini.

Persoalan kekerasan di Aceh mulai merebak pada akhir 2011 lalu, yang ditandai rentetan kasus penembakan, ledakan bom serta teror. Sebagian korban adalah para politikus serta warga masyarakat pendatang.

Sebagian pihak menduga, kasus-kasus ini terkait pertikaian politik menjelang Pemilukada Aceh, walaupun hasil penyelidikan aparat keamanan tidak pernah mengarah pada latar belakang seperti itu.

Masyarakat Aceh berharap keamanan dapat kembali berjalan normal, setelah Partai Aceh memenangkan pemilukada kemarin.

Berita terkait