PRT Indonesia kembali masuk Malaysia

calon tki Hak atas foto Reuters
Image caption Permintaan PRT Indonesia di Malaysia dinilai masih tinggi.

Pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia kembali masuk ke Malaysia setelah Jakarta memberlakukan larangan pengiriman tenaga kerja ke negara tersebut selama tiga tahun.

Menurut koran New Sunday Times, 29 PRT tiba di Malaysia empat hari lalu.

"Kami mendatangkan 29 orang, karena banyak calon PRT yang mundur karena birokrasi di sistem perekrutan di Indonesia," kata Jefrey Foo, presiden asosasi pengerah pembantu asing di Malaysia, seperti dikutip New Sunday Times.

Ia mengakui jumlah PRT yang datang ke Malaysia terlalu sedikit namun kedatangan mereka masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali.

KBRI Malaysia yang dihubungi BBC Indonesia hari Minggu (3/6) membenarkan kedatangan PRT tersebut.

"Kami dihubungi agen hari Sabtu kemarin. Kami diberitahu bahwa akan ada 106 PRT tapi yang benar-benar tiba di Malaysia 29 orang," kata Suryana Sastradiredja dari bagian penerangan, sosial, dan budaya KBRI di Kuala Lumpur.

Suryana mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan jumlah PRT Indonesia ke Malaysia menurun.

Salah satunya faktor gaji. Dengan standar kemampuan yang sama, PRT Indonesia bisa mendapatkan gaji yang lebih tinggi di Singapura, Taiwan, Hong Kong, atau Korea Selatan.

Permintaan tinggi

Selain itu biaya untuk mendatangkan PRT Indonesia ke Malaysia mencapai sekitar 4500 ringgit per orang. "Mungkin agen-agen di sini menganggap mendatangkan PRT Indonesia tidak lagi menguntungkan," papar Suryana.

"Ada juga faktor keamanan. Mungkin PRT Indonesia lebih memilih negara-negara dengan perlindungan tenaga kerja yang lebih baik," katanya.

Menurut Suryana permintaan PRT Indonesia di Malaysia masih tunggu.

Data yang ia peroleh menunjukkan saat ini ada 30.000-50.000 majikan yang berminat merekrut PRT Indonesia.

Namun ia mengatakan pesimistis apakah permintaan itu bisa dipenuhi.

"Ini kan menjelang hari raya. Biasanya para calon pergi ke Malaysia setelah hari raya," katanya.

Ia memperkirakan nantinya jumlah PRT Indonesia yang masuk ke Malaysia mencapai sekitar 3.000 orang per bulan.

Indonesia menerapkan moratorium pengiriman tenaga kerja ke Malaysia setelah terjadi kasus-kasus perlakukan buruk terhadap mereka di Malaysia.

Kedua negara mengumumkan pencabutan moratorium Desember lalu setelah dicapai kesepakatan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik kepada para tenaga kerja Indonesia.

Selain Indonesia, Kamboja juga memberlakukan moratorium serupa sejak Oktober lalu.

Berita terkait