Serikat pekerja Freeport siap mogok kerja

Hak atas foto Reuters
Image caption Lokasi tambang PT Freeport Indonesia di Timika, Papua

Serikat pekerja PT Freeport Indonesia (PTFI) mengatakan siap kembali melakukan mogok kerja menyusul dugaan diskriminasi dan rencana pemecatan terhadap tiga anggota serikat pekerja.

"Bukan tidak mungkin itu terjadi, yang jadi titik persoalannya tiga teman kami yang sekarang dimintakan PHK oleh perusahaan... Tapi sampai saat ini kami masih berkomunikasi dengan perusahaan," kata juru bicara serikat pekerja Juli Parorongan melalui telepon dari Timika pada BBC Indonesia.

Meski demikian, ia menyayangkan 'perbedaan perlakuan' yang dilakukan perusahaan terhadap karyawan yang tahun lalu ikut mogok kerja.

"Pekerja yang mogok kemarin, cenderung lebih dianaktirikan oleh perusahaan dibanding yang tidak mogok," kata Juli."Kalau yang mogok mengeluh, tidak ditanggapi. Kalau yang tidak mogok mengeluh, langsung ditanggapi."

Ia meminta perusahaan segera menyikapi keluhan atas dugaan diskriminasi tersebut.

"Jika tidak ditangani dengan baik oleh perusahaan maka akan sangat mungkin terjadi lagi," kata Juli. Ia menegaskan pekerja

'Dialog masih berlangsung'

Sementara itu wakil presiden eksekutif PTFI, Sinta Sirait, sebelumnya mengatakan pada kantor berita Bloomberg bahwa perusahaan belum mengetahui adanya rencana mogok kerja. Namun ia mengakui adanya ketegangan antara karyawan yang ikut mogok dengan yang tidak.

"Dialog antara kedua belah pihak masih berlangsung demi menyelesaikan masalah ini," kata Sirait.

September tahun lalu, sebanyak 8.000 dari 23.000 karyawan Freeport mogok kerja karena karyawan menuntut kenaikan gaji sebesar 20 kali lipat dari gaji minimum sebesar US$1,50 per jam menjadi $30 per jam.

Dalam negosiasi untuk mengakhiri mogok, PTFI menyetujui peningkatan upah pokok sebesar 24 persen pada tahun pertama, dan 13 persen pada tahun kedua atau setara dengan peningkatan sebesar 40 persen bila digabungkan selama dua tahun.

Selain itu, PTFI menyetujui berbagai peningkatan tunjangan, termasuk penambahan bonus kerja shift dan lokasi, tunjangan perumahan, bantuan pendidikan, dan program tabungan masa pensiun.

Berita terkait