BIN curigai OPM sudah masuk ke Jayapura

Image caption Penembakan diduga upaya mencari perhatian internasional, kata Kepala BIN

. Kepala Badan Intelijen Nasional Letjen Marciano Norman mengatakan sejumlah peristiwa penembakan dan kekerasan lain yang terjadi di Papua akhir-akhir ini diduga akibat masuknya anggota-anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) ke kota Jayapura.

Norman menyampaikan pernyataan itu di Gedung DPR/MPR menjelang pertemuan dengan Komisi I yang membidangi pertahanan dan intelijen untuk membahas kekerasan di Papua.

"Kami menduga kelompok bersenjata telah bersatu dengan kelompok politiknya di kota -kota besar untuk menimbulkan sentimen keamanan dan mencari perhatian internasional," kata Norman kepada sejumlah wartawan di Gedung DPR termasuk wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho.

Sepanjang bulan Juni saja terjadi setidaknya sembilan penembakan yang menewaskan delapan orang di kota Jayapura.

Korban terakhir adalah seorang tukang ojek yang ditembak di halaman parkir Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Universitas Cendrawasih pada Minggu malam (10/06).

Norman membantah tuduhan bahwa BIN tidak bisa mendeteksi dan kecolongan dalam kasus Papua.

"Masalahnya bukan tidak terdeteksi dari awal, tadinya front politiknya berjuang di kota, front senjatanya berjuang di hutan, sekarang mereka menyatu sehingga ada pihak dari hutan ketarik ke kota," jelas Norman.

Ia mendorong polisi melakukan tindakan dan penangkapan secepatnya.

Sementara itu menanggapi ide perlunya dibentuk koordinasi lintas lembaga keamanan dan intelijen di Papua, BIN menyerahkan pada Menkopolhukam.

Pekan lalu, The Indonesian Human Rights Monitor (Imparsial) mengatakan selama enam bulan pertama 2012, terdapat 24 kasus penembakan di Papua.

Berita terkait