Kecewa Mr Bean palsu, produser dilaporkan ke polisi

Hak atas foto K2K Production
Image caption Mr Bean yang ditampilkan bukan yang asli

Produser film KK Dheraj dan artis Dewi Persik dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pelanggaran hak konsumen.

Laporan itu dimasukkan oleh seorang penonton yang merasa kecewa karena tokoh Mr Bean yang dipromosikan di film "Mr Bean Kesurupan DP" bukan Mr Bean asli.

Zainal Arifin mengatakan ia sangat kecewa karena alih-alih menyaksikan akting komedian Inggris Rowan Atkinson, film itu justru menampilkan Mr Bean "palsu."

"Katanya di dalam film itu akan dipakai aktor Rowan Atkinson, itu statement KK Dheraj dan DP jelas katanya akan dipakai Mr Bean asli. KK Dheraj juga mengatakan ia menyediakan helikopter dan lima pengawal, saya makin yakin itu adalah Mr Bean... Tapi di film dari awal sampai akhir tidak ada Mr Bean, yang ada orang yang mirip Rowan Atkinson," kata Zainal pada BBC Indonesia.

Ia berharap kasus ini sampai ke pengadilan karena menurutnya ini adalah kejahatan serius.

"Aku pikir ini kejahatan serius dan polisi mengatakan kasus ini diambil Timsus (kriminal khusus) dengan fokus UU Perlindungan Konsumen.... Dengan ancaman lima tahun penjara dan denda Rp 2 miliar ini adalah kejahatan serius, saya harapkan ini sampai ke pengadilan," kata dia.

Peran Lembaga Sensor Film

Sementara itu Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan produser film telah melakukan pelanggaran hak konsumen dengan membiarkan penonton berpikir bahwa aktor pemeran film itu adalah Mr Bean asli.

Pengurus harian YLKI Sudaryatmo mengatakan berdasarkan UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, salah satu hak konsumen adalah mendapatkan hak informasi.

"Kalau di dalam judul sebuah film ada Mr Bean, memang persepsi di benak konsumen ada figur atau sosok Mr Bean dalam ini Rowan Atkinson, tapi ketika penonton tidak mendapat Mr Bean yang sebenarnya ini menyalahi UU Perlindungan Konsumen," kata pengurus harian YLKI Sudaryatmo.

YLKI juga mempertanyakan peran Lembaga Sensor Film yang meloloskan film tersebut.

"Dalam pandangan kami, LSF adalah representasi masyarakat jadi ketika film sudah lolos sensor tapi kemudian mendapat tantangan atau keberatan dari masyarakat, berarti meknisme kerja BSF perlu ada perbaikan," kata dia.

"Keberhasilan juga terukur ketika apa yang diloloskan sesuai dengan aspirasi masyarakat karena sensor terakhir yang paling efektif adalah masyarakat itu sendiri," kata Sudaryatmo.

Pihak LSF yang dihubungi BBC Indonesia tidak mengangkat telepon mereka.

YLKI siap membantu masyarakat yang ingin menuntut hak mereka seperti meminta pengembalian uang tiket.

Sedangkan Zainal Arifin mengatakan ia berharap laporannya ke polisi dapat memberikan efek jera pada KK Dheraj dan Dewi Persik.

"Perfilman Indonesia tidak butuh orang seperti itu, kita butuh orang-orang yang benar bekerja dengan benar, promosi dengan benar dan berkualitas bukan cuma menjual sensasi-sensasi Rowan Atkinson tapi ternyata setelah dilihat bukan," kata Zainal.

Pengumuman bahwa Rowan Atkinson tidak terlibat dalam film itu juga diumumkan di halaman Facebook resmi komedi Mr Bean.

"Kami mendengar bahwa ada film baru di Indonesia dengan 'Mr Bean' di judulnya. Harap diketahui bahwa film itu sama sekali tidak melibatkan Mr Bean atau Rowan Atkinson anda yang tercinta, jadi tolong jangan kecewa."

Berita terkait