Buron BLBI tiba di Indonesia

Terbaru  13 Juni 2012 - 13:30 WIB

Sherny Kojongian Saroha selama ini menetap di California Utara

Buron BLBI Sherny Kojongian Saroha hari ini (13/06) tiba di Indonesia setelah bersembunyi lebih dari 10 tahun di Amerika Serikat.

Ia didampingi oleh petugas dari Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Setibanya di Jakarta, ia diserahkan ke Kejaksaan Agung.

"Ia [Sherny] tiba pagi ini dan Polri telah menyerahkannya ke kantor Kejaksaan Agung, yang memiliki otoritas untuk menangani kasusnya," kata juru bicara Mabes Polri Inspektur Jendral Saud Nasution seperti dilaporkan kantor berita AFP.

"Ini adalah hasil kerja sama dan koordinasi internasional, saling menghormati dan kepentingan bersama AS dan Indonesia dan kami sangat menghargai ekstradisi ini," kata dia lagi.

Pernyataan senada disampaikan Duta Besar AS Scot Marciel dalam siaran pers yang diterima BBC Indonesia.

"Kembalinya Saroha ke Indonesia untuk menghadapi keadilan adalah hasil kerja sama antara aparat Indonesia dan AS, dan satu lagi contoh semakin eratnya kerja sama antara Amerika serikat dan Indonesia di bawah Kemitraan Komprehensif," kata Marciel.

Berdasarkan informasi dari situs Kejaksaan Agung, kasus BLBI yang melibatkan Sherny terjadi antara 1992-1996 saat Bank BHS tempat Sherny bekerja sebagai direktur kredit menerima dana BLBI.

Ia dan dua komisaris utama BHS Hendra Rahardja dan komisaris Eko Edy Putranto menyalahgunakan dana itu sehingga merugikan negara sebesar Rp1,95 triliun.

Sherny divonis 20 tahun

Selain pemberian kredit kepada perusahaan grup, ketiganya juga memberikan persetujuan untuk memberikan kredit kepada 28 lembaga pembiayaan yang ternyata merupakan rekayasa. Karena, kredit tersebut oleh lembaga pembiayaan disalurkan kepada perusahaan group dengan cara dialihkan /disalurkan dengan menerbitkan giro kepada perusahaan grup tanpa melalui proses administrasi kredit dan tidak dibukukan, yang selanjutnya beban pembayaran lembaga pembiayaan kepada PT BHS dihilangkan dan dialihkan kepada perusahaan grup.

Pada 2002, Sherny bersama dua koleganya diadili secara in absentia di PN Jakarta Pusat. Ia dan Eko divonis 20 tahun, sedangkan Hendra divonis seumur hidup. Hendra dikemudian hari diketahui meninggal dunia di Australia.

Catatan pemerintah AS menunjukkan Sherny datang ke Amerika Serikat pada 1999 dan menetap di California Utara. Keterangan pers Kejaksaan Agung, ia diketahui pernah mendapat izin tinggal permanen di AS pada 2003. Namun menurut pemerintah AS ia tidak mencantumkan sejarah kriminalnya dalam aplikasi permohonan izin tinggal.

Pada 2009, ICE menerima informasi tentang Sherny pada 2009, aparat AS mulai melakukan penyelidikan. Pada 2010, Sherny ditahan dan proses repatriasi pun dimulai.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.